Warta Ekonomi, Jakarta -
PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN langsung menerjunkan tim relawan untuk menyalurkan ribuan paket bantuan darurat ke sejumlah titik pengungsian di daratan Flores.
Selain memastikan percepatan pemulihan jaringan kelistrikan, relawan PLN hadir langsung mendistribusikan bantuan logistik sekaligus mendirikan fasilitas darurat di sejumlah pusat konsentrasi warga. Bantuan tersebut antara lain disalurkan di Posko Pengungsian Stadion Samador, Maumere, Kabupaten Sikka; Posko Wilayah Flores Bagian Barat di Mbay, Kabupaten Nagekeo; serta posko-posko penampungan di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa penanganan darurat PLN berjalan beriringan antara pemulihan teknis kelistrikan dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
"Di samping ratusan personel teknis yang bekerja tanpa henti di lapangan untuk menormalkan sistem kelistrikan, relawan PLN Peduli dan YBM PLN diterjunkan langsung ke garis depan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Kami hadir membawa empati dan kepedulian seluruh insan PLN guna meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ungkap Eko.
Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan warga di lokasi pengungsian, PLN memprioritaskan pemasangan instalasi penerangan darurat dan genset di tenda-tenda pengungsian Stadion Samador Maumere. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas posko kesehatan, dapur umum, serta memberikan penerangan untuk menjaga keamanan anak-anak, lansia, dan warga lainnya selama malam hari.
Adapun bantuan tanggap darurat yang didistribusikan secara bertahap meliputi:
1. Fasilitas Penerangan DaruratPemasangan instalasi kabel, lampu penerangan posko, serta pengoperasian genset cadangan di area pengungsian Stadion Samador Maumere.
2. Paket Pangan dan LogistikRatusan paket sembako yang terdiri atas beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan pokok lainnya, serta makanan siap saji yang disalurkan melalui YBM PLN untuk para pengungsi di Maumere, Mbay, Manggarai Timur, dan Ngada.
3. Paket Kesehatan dan MedisPasokan obat-obatan esensial, multivitamin, cairan antiseptik, serta perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) untuk mendukung operasional posko kesehatan darurat.
4. Paket Khusus Balita dan Anak (Baby Kits)Makanan pendamping ASI, biskuit balita, susu formula, dan popok bayi guna membantu memenuhi kebutuhan dasar dan asupan gizi anak-anak selama berada di pengungsian.
5. Paket Kebersihan dan Sanitasi (Hygiene Kits)Perlengkapan mandi, handuk, sabun, serta kebutuhan sanitasi pribadi untuk membantu menjaga kebersihan dan kesehatan warga di lingkungan pengungsian.
Baca Juga: Kurang dari 12 Jam, PLN Pulihkan 11 Gardu Induk Usai Gempa M7 Flores
Baca Juga: Pasokan Listrik Utama di Flores Kembali Normal, PLN Fokus Pulihkan Jaringan Distribusi Hingga ke Masyarakat
Eko menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah setempat, dinas sosial, dan aparat keamanan. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat, merata, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.
"Sinergi terus kami perkuat bersama BPBD dan seluruh pemangku kepentingan. PLN berkomitmen untuk terus siaga mengawal masa tanggap darurat ini hingga kondisi kelistrikan dan aktivitas kehidupan masyarakat di Pulau Flores pulih seutuhnya. Kami tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman," pungkas Eko.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.