Surabaya (ANTARA) - Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto menilai antisipasi bola mati menjadi salah satu penyebab timnya kalah 1-4 dari Persija Jakarta pada laga Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu.
"Selamat buat Persija yang menang 4-1. Ke depan kami akan memperbaiki kelemahan, terutama dari bola-bola servis yang beberapa kali membuat kami kebobolan," kata Eko dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ia menjelaskan, sebenarnya perubahan taktik pada babak kedua sudah dilakukan karena beberapa pemain belakang, terutama bek kanan, tidak dapat tampil akibat cedera.
Ikhsan Chan, kata dia, dimainkan sebagai bek kanan sebelum akhirnya digeser ke posisi sayap kiri pada babak kedua yang dinilai lebih sesuai dengan karakter permainannya.
"Ikhsan lebih bagus bermain di depan, terutama di sayap kiri. Dari perubahan itu juga lahir proses gol yang kami cetak," ujarnya.
Baca juga: Piala Presiden - Persija tunjukkan mental petarung kalahkan PSMS 4-1
Baca juga: Piala Presiden - Prediksi pertandingan dan susunan pemain Persija vs PSMS
Baca juga: Piala Presiden - Prediksi pertandingan dan susunan pemain Persebaya vs Port FC
Ia mengatakan seluruh pemain sengaja dicoba pada turnamen pramusim sebagai bagian dari evaluasi dan pemantapan komposisi tim sebelum mengarungi Liga 2.
Dia menambahkan turnamen Piala Presiden ini menjadi ajang yang penting untuk mengukur kesiapan tim karena menghadapi lawan-lawan berkualitas selama fase grup.
Menurut dia, turnamen pramusim tersebut semakin berkembang dan diharapkan terus meningkat kualitasnya sehingga menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat Indonesia.
Sementara itu, pemain PSMS Asyraq Gufran mengakui hasil pertandingan belum sesuai harapan, namun meminta seluruh tim tetap fokus menjalani proses pembentukan tim.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara Piala Presiden serta suporter PSMS yang memberikan dukungan langsung di stadion.
"Kami tetap berproses dan berharap ke depan bisa lebih baik lagi serta mencapai target di Liga 1," katanya.
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.