Pelindo Jambi dan Gegana uji respons darurat ancaman di pelabuhan - ANTARA News Jambi

Jambi (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi bersama Gegana Brimob Polda jambi gelar Drill Health, Safety, Security, and Environment (HSSE)’ simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan penanganan ancaman bom di pelabuhan Terminal Petikemas Pelindo Talang Duku.

“Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan pelabuhan dan mendapat dukungan dari Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jambi sebagai upaya memperkuat sinergi menghadapi potensi keadaan darurat,” kata General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti, di Jambi Kamis.

Drill ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta memperkuat implementasi prinsip Governance, Risk, and Compliance (GRC).

Simulasi tersebut diikuti unsur KSOP Pelabuhan Kelas III Talang Duku, KSKP Pelabuhan Talang Duku, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi, Pemerintah Desa Talang Duku, serta Pelindo Jambi Group yang terdiri dari PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT IPC Terminal Petikemas, PT Pelindo Jasa Maritim, PT Berkah Industri Mesin Angkat, MTI, dan JAI.

Hadir pula Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jambi Kompol Ginda J. Silalahi beserta jajaran.

"Melalui drill ini, kami melatih kesiapan Tim Tanggap Darurat dalam menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas SOP pengamanan yang telah diterapkan, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pekerja bahwa keselamatan, kesehatan kerja, dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama," ujar Febrianto.

Sebagai bagian dari kegiatan, peserta mendapat pembekalan dari Subden 2 Jibom Sat Brimob Polda Jambi. Kasubden 2 Jibom AKP Yudianto bersama Ipda Suwandi memperkenalkan jenis-jenis ancaman bom, prinsip dasar penanganan, dan langkah awal apabila ditemukan benda mencurigakan.  Materi mencakup prosedur sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.

Melalui simulasi tersebut, seluruh unsur menguji kecepatan respons, efektivitas koordinasi lintas instansi, serta implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan di kawasan pelabuhan.

Hasil evaluasi dari ‘drill’ ini akan menjadi bahan penyempurnaan prosedur agar setiap personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat menghadapi kondisi darurat.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi menegaskan komitmen untuk terus memperkuat budaya HSSE sebagai fondasi terciptanya pelabuhan yang aman, tangguh, dan andal. Sinergi antara operator pelabuhan, aparat keamanan, regulator, dan pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat sistem keamanan kawasan pelabuhan.

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.