Pelaksanaannya tetap didukung pemadaman darat, patroli, deteksi dini, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah
Samarinda (ANTARA) - Pemerintah terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan dengan membasahi area-area rawan.
"Pelaksanaannya tetap didukung pemadaman darat, patroli, deteksi dini, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi dari keterangan yang diterima di Samarinda, Jumat.
Langkah modifikasi cuaca di Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada 13 hingga 17 Agustus 2026 telah memberikan dampak pembasahan yang signifikan.
Hanya melalui sembilan sorti penerbangan melalui Posko Pontianak, operasi tersebut sukses menghasilkan estimasi volume curah hujan hingga 10,92 juta meter kubik di wilayah penyemaian.
Sementara itu, operasi serupa di Kalimantan Tengah yang berjalan dalam dua periode telah mencakup 13 sorti penerbangan dengan estimasi curah hujan mencapai 4,8 juta meter kubik.
Namun, pemerintah memprediksi bahwa pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan akan sangat terbatas seiring dengan dominasi kondisi cuaca kering hingga akhir Agustus.
"Mengingat operasi ini sangat bergantung pada kondisi atmosfer, penyemaian awan hanya dapat dilakukan apabila tersedia awan yang memenuhi persyaratan teknis," paparnya.
Guna menjangkau titik api yang sulit diakses jalur darat, pemerintah turut menyiagakan tambahan armada udara yang terdiri atas helikopter patroli dan armada pengebom air (water bombing).
Upaya pemadaman dari udara tersebut saat ini tengah dihadapkan pada tantangan pekatnya kabut asap yang sangat membatasi jarak pandang aman bagi penerbangan pilot.
"Dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan, helikopter tidak dapat dipaksakan menjangkau lokasi pemadaman," tegasnya.
Meskipun OMC dan operasi udara sering kali terkendala oleh kondisi alam, pemerintah memastikan bahwa langkah penanganan bencana kabut asap tidak akan pernah berhenti.
Satuan tugas darat kini terus dimaksimalkan untuk bersiaga melakukan operasi pemadaman, penyekatan, pembasahan, hingga pendinginan di lokasi rawan agar api tidak menyala kembali.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.