Pemkab Banyuwangi hadirkan 19 PNS nakes perkuat layanan kesehatan - ANTARA News Jawa Timur

Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperkuat pelayanan kesehatan dengan menghadirkan 19 pegawai negeri sipil (PNS) tenaga kesehatan terdiri atas tiga dokter spesialis, tujuh dokter umum, dua tenaga fungsional, dan tujuh apoteker.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengemukakan kesehatan salah satu sektor yang menjadi prioritas dengan berbagai program telah digulirkan, salah satunya menghadirkan para dokter spesialis melakukan pembinaan untuk meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan di puskesmas-puskesmas melalui program Puskesmas Asuhan Spesialistik (PAS).

"Dengan adanya tambahan tenaga dokter spesialis dan dokter umum serta tenaga kesehatan lainnya ini, bisa memperkuat pelayanan kesehatan pada masyarakat," kata Ipuk saat penyerahan SK pengangkatan 79 CPNS menjadi PNS di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu.

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa PNS yang baru saja menerima SK itu tidak hanya berpikir untuk diri sendiri karena masa depannya lebih terjamin.

"Tapi, menjadi PNS itu harus bisa menjamin bahwa masyarakat terlayani dan menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di daerah," katanya.

Menurut dia, kondisi saat ini dinamis dan kompetitif sehingga PNS harus lebih adaptif dan mampu bekerja secara cepat dan efektif.

"PNS itu harus lebih adaptif terhadap perubahan, manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan, namun jangan sampai ketergantungan. Terus belajar dan jangan malas meng-upgrade diri," katanya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Banyuwangi Ilzam Nuzuli menambahkan jumlah penerima SK PNS kali ini 79 orang.

"Mereka terdiri atas tiga dokter spesialis, tujuh dokter umum, dua fungsional kesehatan, tujuh apoteker, enam auditor, serta 54 fungsional teknis lainnya," katanya.

Para penerima SK tersebut merupakan CPNS formasi tahun 2024, dan total terdapat 81 orang yang lolos seleksi, dari jumlah tersebut sebanyak 79 orang telah mengikuti dan lulus latihan dasar di Pemprov Jawa Timur, sehingga berhak mendapatkan SK dari bupati.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.