Pemkab Kutim perkokoh bauran antar-suku untuk wujudkan harmoni sosial - ANTARA News Kalimantan Timur

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur memperkokoh bauran antar-suku untuk mewujudkan harmoni sosial, sebagai langkah memupuk persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yang menjadi modal utama dalam pembangunan.

"Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat untuk mewujudkan sebuah cita-cita pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat," ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Selasa.

Meski Indonesia memiliki ribuan pulau ditambah dengan keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya, hingga kini bangsa Indonesia tetap kokoh berdiri dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berkat perbedaan yang tetap dihormati.

Keberagaman yang dimiliki Indonesia, termasuk di Kutim, bukanlah hambatan melainkan kekuatan yang terus dipelihara sebagai fondasi pembangunan.

Saat Rapat Koordinasi bertajuk "Sarasehan Kebangsaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kabupaten Kutim" diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik di Sangatta, Senin (27/7), ia juga mengatakan semangat pembauran harus terus dibangun dalam menghadapi tantangan pembangunan.

“Kita ingin Indonesia makin diperhitungkan di tingkat internasional, itu hanya dapat dicapai jika persatuan tetap dijaga bersama. Sementara giat ini menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Salah satu modal utama pembangunan bangsa adalah kemampuan menjaga kebersamaan di tengah berbagai perbedaan.

Ia menyatakan bersyukur karena keamanan dan kerukunan di Kutim hingga kini tetap kondusif meski dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, adat, dan budaya.

"Kegiatan ini menjadi salah satu pendorong sekaligus barometer keberhasilan pembangunan daerah. Apa yang dilakukan FPK hingga saat ini sudah sejalan dengan program unggulan Pemkab Kutim dalam memperkuat persatuan masyarakat," katanya.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kutim Albert mengatakan dialog dan rapat koordinasi tersebut wadah strategis untuk memperkuat persatuan, merawat toleransi, serta mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat Kutim yang majemuk.

FPK dibentuk sebagai forum resmi yang menghimpun berbagai unsur masyarakat guna memperkuat pembauran antar-suku, ras, budaya, dan adat istiadat sesuai pedoman nasional.

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.