Pemkab Lanny Jaya bentuk tim tanggap darurat dampak hujan es di Kuyawage

Pemkab Lanny Jaya bentuk tim tanggap darurat dampak hujan es di Kuyawage

Jumat, 21 Agustus 2026 13:00 WIB

Image Print

Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom saat menerima kunjungan masyarakat dari Distrik Kuyawage, Wano Barat, dan Goa Baliem di halaman Kantor Bupati Lanny Jaya, Papua Pegunungan pada beberapa waktu lalu (ANTARA/HO- Pemkab Lanny Jaya)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, membentuk Tim Tanggap Darurat untuk menangani dampak hujan es yang merusak lahan pertanian masyarakat di Distrik Kuyawage, Wano Barat, dan Goa Baliem.

Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom dalam siaran pers di Jayapura, Kamis, mengatakan pembentukan tim dilakukan setelah pemerintah daerah menerima laporan resmi dari masyarakat terkait bencana hujan es yang terjadi pada 16 Agustus 2026 malam.

“Kami menerima laporan masyarakat adanya bencana hujan es, sehingga saya minta pimpinan OPD harus segera dikumpulkan data sebagai dasar kebijakan penanggulangan,” katanya.

Menurut Aletinus, hujan es yang terjadi kali ini memberikan dampak berbeda dibandingkan kejadian sebelumnya. Di mana selain menimbulkan kerusakan pada tanaman, kondisi tersebut menyebabkan sebagian hasil pertanian warga tidak dapat dipanen.

"Oleh sebab itu setelah laporan tersebut saya juga memerintahkan pembentukan Tim Tanggap Darurat yang dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah Lanny Jaya. Yang mana Tim tersebut melibatkan BPBD dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait," ujarnya.

Dia menjelaskan di mana tim tersebut bertugas melakukan pendataan secara detail terhadap kerusakan yang terjadi, berkoordinasi dengan berbagai pihak, serta menyiapkan langkah penanganan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

“Karena dampak hujan ini berbeda dari sebelumnya, bukan sekadar embun beku, tetapi menghancurkan tanaman hingga tidak bisa dipanen,” katanya lagi.

Dia menambahkan kerusakan lahan pertanian tersebut mempengaruhi ketahanan pangan masyarakat hingga satu tahun ke depan. Karena itu, Pemkab Lanny Jaya meminta dukungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Pusat melalui BNPB serta Kementerian Sosial.

“Tanaman rusak, pertanian gagal panen. Oleh karena itu, kami memerlukan dukungan penuh dari provinsi dan pusat. Tim harus bekerja cepat, tepat, dan melaporkan hasilnya secara berjenjang,” ujarnya.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026