Pemkab Lombok Timur berikan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan guru ngaji

Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Haerul Warisin menyerahkan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap kepada para guru ngaji, marbot masjid, dan kepala lingkungan, untuk memperkuat perlindungan bagi masyarakat.

"Tahap awal menyasar 14 kecamatan dan tujuh kecamatan menunggu giliran, karena jumlah penerima terlalu banyak, penerimaan dilakukan secara step by step (bertahap)," kata Haerul Warisin saat acara penyerahan secara simbolis di Lombok Timur, Jumat.

Ia mengatakan tugas guru ngaji, marbot masjid, RT, dan kepala dusun atau lingkungan, sangat berat. Mereka bertugas membangun pemerintahan, menjaga ketertiban lingkungan, sekaligus memberikan ilmu pengetahuan kepada generasi.

"Mereka ini mengabdi kepada masyarakat, tanpa ada gaji maupun dana pensiun. Kalau terjadi apa-apa, siapa yang menanggung anak istrinya," kata Haerul.

Oleh karena itu pemerintah daerah memasukkan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Ini untuk berjaga-jaga, kalau sakit ada BPJS yang biayai. Kalau diambil oleh Allah, ahli warisnya dapat santunan," katanya.

"Bayangkan sedihnya kalau seorang meninggal dunia, anak dan istri tidak dapat apa-apa. Ini juga untuk bekal mereka," kata Haerul.

Ia mengatakan program ini tidak hanya diberikan kepada para guru ngaji dan marbot, tetapi juga komunitas lainnya, dan pemerintah daerah sudah menganggarkan.

Pada kesempatan itu Bupati Haerul juga meminta masyarakat segera mendaftar pada aplikasi Perlinsos yang sedang dilakukan pemerintah. Ia telah meminta camat dan kepala desa menggerakkan seluruh warga agar datang ke kantor desa untuk mendaftarkan diri.

"Sangat rugi kalau tidak terdaftar. Dan jangan salahkan pemerintah. Data inilah yang menentukan apakah masyarakat dapat bantuan atau tidak. Selama ini ada yang seharusnya dapat bantuan, tapi karena RT dan kepala dusun tidak beritahu dan tidak terdaftar, maka namanya tidak ada," ujarnya.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan NTB berikan perlindungan bagi 985 mahasiswa KKN UMMAT

Sementara itu Ketua Baznas Lombok Timur HM Kamli mengatakan tahap pertama jumlah kuota untuk terdaftar di BPJS ketenagakerjaan sebanyak 1.087 orang yang tersebar di 14 kecamatan, dengan rinciannya 664 guru ngaji, 112 marbot Masjid, 55 kepala lingkungan, dan 281 ketua RT.

"Insya Allah tinggal tujuh kecamatan lagi masih dalam proses validasi data. Yang jelas semua kecamatan menjadi sasaran program pembayaran jaminan perlindungan sosial terhadap masyarakat kita yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat," katanya.

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026