Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur mempermudah akses layanan kesehatan di tingkat desa yang jauh dari fasilitas rumah sakit dengan menyalurkan sebanyak 55 unit mobil desa siaga.
Bupati Hari Wuryanto di Madiun, Senin mengatakan bahwa penyaluran puluhan unit mobil tersebut merupakan realisasi dari visi-misi daerah untuk hadir langsung di tengah kebutuhan mendesak warga. Penyaluran tersebut menandai keberlanjutan program strategis "Satu Desa Satu Mobil Siaga" guna memangkas jarak pelayanan publik.
"Tahun lalu kita sudah salurkan 15 unit, dan kali ini bertambah 55 unit. Jadi total sudah 70 desa yang terfasilitasi. Untuk 136 desa yang belum menerima, kami targetkan tuntas melalui penganggaran tahun depan," ujar Bupati Hari Wuryanto.
Menurutnya, total desa di Kabupaten Madiun ada 206 desa. Sedangkan prioritas penyaluran tahun ini diarahkan pada desa-desa yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan, serta desa yang mobil siaga lamanya sudah dalam kondisi rusak atau tidak layak pakai.
"Jadi, desa yang jauh dari rumah sakit atau yang kendaraannya sudah tidak layak, kami dahulukan," katanya.
Bupati Hari Wuryanto juga mengingatkan para kepala desa bahwa mobil tersebut adalah aset milik masyarakat. Sehingga, kendaraan harus siap bergerak kapan saja saat ada warga yang membutuhkan evakuasi medis ke rumah sakit atau penanganan darurat lainnya.
"Warga yang membutuhkan pun tidak perlu birokrasi rumit, cukup berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat," kata dia.
Ia menambahkan penyaluran 55 unit mobil desa siaga tahun 2026 tersebut bertepatan dengan momentum peringatan ke-458 Hari Jadi Kabupaten Madiun yang diperingati setiap tanggal 18 Juli. Demikian juga penyaluran 15 unit mobil desa siaga pada tahun sebelumnya 2025 juga bertepatan dengan momentum peringatan ke-457 Hari Jadi Kabupaten Madiun
Adapun mobil siaga tersebut dilengkapi fasilitas dasar medis dan akan dikelola langsung oleh masing-masing desa sasaran. Diharapkan kehadiran armada itu mampu mempercepat respons penanganan medis dan menjangkau warga hingga pelosok desa.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.