Pemkab percepat peralihan pendanaan operasional Trans Banyumas dari pemerintah pusat

Pemkab percepat peralihan pendanaan operasional Trans Banyumas dari pemerintah pusat

Senin, 31 Agustus 2026 19:07 WIB

Image Print

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mempercepat peralihan pendanaan operasional bus Trans Banyumas dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin, mengatakan Pemkab Banyumas siap menerima peralihan pendanaan tersebut dan memastikan layanan Trans Banyumas yang selama ini menggunakan skema Buy The Service (BTS) tetap berlanjut.

Akan tetapi, kata dia, pengelolaan Trans Banyumas perlu dievaluasi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan penyesuaian jumlah koridor dan tarif layanan.

"Penyesuaian jumlah koridor dan tarif. Kalau sudah dipegang pemda (pemerintah daerah) mungkin tarif akan disesuaikan, koridor yang sepi mungkin dikurangi," katanya.

Ia mengatakan proses transisi harus dilakukan sesuai regulasi karena terdapat perbedaan mekanisme pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah.

"Harus dipastikan, agar pengelolaannya tidak melanggar aturan. Pengelolaan keuangan negara dan pengelolaan keuangan daerah itu berbeda," katanya.

Ia mengaku telah bertemu dengan pengelola dan pengemudi Trans Banyumas pada Minggu (30/8) guna membahas keberlanjutan layanan.

Ia menargetkan proses peralihan pendanaan operasional Trans Banyumas dapat segera diselesaikan.

"Saya akan upayakan pertengahan bulan, sudah berkomunikasi dengan provinsi, mudah-mudahan tidak sampai akhir bulan sudah clear. Paling pahit ya akhir September, awal Oktober bisa jalan lagi," katanya.

Menurut dia, layanan bus BTS di sejumlah kota lainnya juga mengalami penghentian sementara. Bahkan, kata dia, layanan bus BTS di beberapa kota seperti Makassar, Banjarmasin, dan Yogyakarta dilaporkan berhenti permanen.

Kendati demikian, ia memastikan Trans Banyumas tidak akan dihentikan karena masih dibutuhkan masyarakat.

“Pemkab Banyumas juga telah mengalokasikan anggaran operasional hingga akhir Desember 2026,” kata Bupati.

Dalam kesempatan terpisah, salah seorang pengemudi Trans Banyumas, Haryo mengatakan para pengemudi bus BTS tersebut masih menunggu regulasi terkait keberlanjutan operasional.

"Untuk sementara waktu ini masih menunggu regulasi. Jadi kami berharap dan sabar," katanya.

Ia mengaku penghentian sementara menimbulkan keresahan terkait kepastian pendapatan, meskipun pengemudi masih menerima gaji.

Selama bus tidak beroperasi, kata dia, pengemudi melakukan perawatan kendaraan dan uji berkala seperti yang dilakukan pada Senin (31/8) terhadap 20 armada.

Ia mengatakan banyak penumpang menanyakan kapan layanan kembali beroperasi.

Menurut dia, pelajar menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak karena menggunakan Trans Banyumas untuk menuju sekolah.

“Kebetulan saya melayani Koridor 4 Terminal Bulupitu Purwokerto-RSUD Banyumas, tiap pagi ada 48 anak sekolah yang dilayani. Kasihan mereka dengan penghentian sementara operasional ini,” kata Haryo.

Salah seorang pengguna Trans Banyumas, Ningrum mengaku sedih dengan penghentian layanan yang belum diketahui batas waktunya.

"Sedih banget kenapa dihentikan, apalagi untuk jangka waktu yang belum ditentukan," katanya.

Dia menilai pelayanan Trans Banyumas nyaman dan tidak banyak waktu terbuang untuk menunggu penumpang.

Bahkan, dia mengaku lebih memilih tarif dinaikkan daripada layanan dihentikan.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.