Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui BPBD mendirikan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara bagi siswa SDN 3 Wonorejo, Pagerwojo, setelah atap salah satu ruang kelas runtuh diduga akibat pelapukan struktur bangunan.
Kepala SDN 3 Wonorejo Indah Dwi Listiana, Jumat, mengatakan peristiwa runtuh atap ruang kelas terjadi pada Senin (17/8), sekitar pukul 12.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena aktivitas belajar telah selesai saat bangunan runtuh.
"Atap ruang kelas III tiba-tiba ambruk. Untungnya tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam kelas saat kejadian," katanya.
Kerusakan yang cukup parah membuat ruang kelas tersebut tidak dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran sehingga sekolah harus mencari alternatif tempat belajar bagi siswa.
Pada tahap awal, siswa dipindahkan ke mushalla sekolah. Namun untuk mendukung proses belajar yang lebih memadai, pihak sekolah kemudian mengajukan bantuan tenda darurat kepada BPBD Tulungagung.
Tenda berukuran 6x4 meter tersebut kini dimanfaatkan sebagai ruang belajar sementara bagi siswa kelas II dan IV secara bergantian.
"Siswa kelas II belajar mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, kemudian dilanjutkan siswa kelas IV mulai pukul 10.15 sampai 12.30 WIB," ujar Indah.
Siswa kelas III tetap menempati ruang belajar lain yang tersedia di lingkungan sekolah karena jumlah murid lebih banyak.
SDN 3 Wonorejo memiliki 86 siswa. Pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan ruang kelas baru kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan nyaman.
Usulan perbaikan tersebut diharapkan dapat masuk dalam penganggaran APBD Tahun 2027 sehingga kerusakan ruang kelas dapat segera ditangani.
Salah seorang siswa kelas II, M Ikhsan Rafli Al Faris, mengaku kurang nyaman belajar di tenda karena kondisi yang panas saat siang hari.
Meski demikian, ia mengakui tetap mengikuti kegiatan belajar bersama teman-temannya.
"Harapannya ruang kelas bisa segera dibangun kembali supaya belajar lebih nyaman," katanya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.