Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu setiap bulan menyediakan perpustakaan keliling (Pusling) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan dan Lembaga Permasyarakatan Khusus Anak (LPKA) guna meningkatkan minat baca.
Kunjungan Pusling tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah kota dalam memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi serta meningkatkan minat baca masyarakat.
"Melalui pusling kita meningkatkan angka minat baca bagi masyarakat di Kota Bengkulu. Pusling terbagi dalam dua yaitu indoor dan outdoor. Untuk outdoor kita berkunjung ke Lapas Perempuan dan Anak, sekolah serta komunitas," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu, Muklis di Bengkulu, Minggu.
Untuk buku yang disediakan perpustakaan keliling saat berkunjung ke Lapas ataupun LPKA yaitu buku pelajaran, keterampilan, keagamaan dan novel.
Dengan adanya Pusling di Lapas tersebut diharapkan agar para warga binaan tersebut tetap mendapatkan haknya seperti menerima informasi, hak untuk berkegiatan, hak untuk berketerampilan dan lainnya agar mereka dapat mengembangkan jati dirinya walaupun di Lapas.
"Untuk Pusling di Lapas akan kita lakukan dua bulan sekali sesuai dengan permintaan," katanya.
Dia menambahkan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu juga menyediakan dua unit mobil perpustakaan keliling di Pendopo Merah Putih.
Dengan adanya perpustakaan keliling tersebut dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan menambah ilmu pengetahuan serta wawasan bagi masyarakat yang berkunjung.
Mukhlis menerangkan. untuk satu unit mobil perpustakaan keliling tersebut disediakan 1.000 buku dengan berbagai macam jenis dan judul, sehingga masyarakat dapat memilih buku apa yang ingin dibaca.
Untuk mobil perpustakaan keliling tersebut akan disediakan selama dua hari tepatnya pada Sabtu dan Minggu, sebab pada hari tersebut jumlah pengunjung ramai bahkan mencapai ratusan pengunjung.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.