Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan melakukan uji emisi terhadap 102 kendaraan mobil dan motor di kawasan Mampang untuk menekan polusi udara di Jakarta.
"Uji emisi merupakan langkah nyata untuk menekan polusi udara di Jakarta," kata Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Sudin LH Jakarta Selatan, Tuty Ernawati Sapardin di Jakarta, Jumat.
Tuty mengatakan dari ratusan kendaraan yang melakukan uji emisi, sebanyak 80 unit kendaraan lulus uji emisi yang terdiri dari 7 kendaraan roda empat berbahan bensin, 11 kendaraan roda empat berbahan bakar solar dan 62 kendaraan roda dua.
Sementara itu, 22 unit kendaraan bermotor tidak lulus uji emisi yang terdiri dari 2 unit kendaraan roda empat berbahan bakar bensin, 2 kendaraan roda empat berbahan solar dan 18 kendaraan bermotor roda dua.
"Melalui uji emisi, diharapkan semua kendaraan dapat berkontribusi agar udara menjadi lebih baik. Namun, kendaraan tersebut harus lulus uji emisi, tidak hanya sekadar mengikuti, karena jika hanya mengikuti tetapi tidak lulus, maka hasilnya akan percuma," ucapnya.
Bagi pemilik kendaraan yang tidak lulus uji emisi, Tuty mengimbau agar segera melakukan perawatan dan perbaikan di bengkel terdekat.
"Bawalah kendaraan ke sana untuk diperbaiki terlebih dahulu, misalnya pada bagian filter atau komponen lain yang rusak. Setelah itu, kendaraan bisa langsung diuji emisi di bengkel tersebut atau menunggu jadwal dari kami," ucapnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya uji emisi sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas udara perkotaan.
Menurutnya, kendaraan yang terawat dengan baik tidak hanya lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar, tetapi juga menghasilkan emisi yang lebih rendah sehingga dapat mengurangi pencemaran udara.
Adapun uji emisi menjadi salah satu instrumen penting dalam mengurangi dampak polusi udara dari sektor transportasi sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan perkotaan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Tuty berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengendalian pencemaran udara terus meningkat.
Baca juga: Pemprov DKI targetkan penurunan emisi gas rumah kaca 30 persen pada 2030
Baca juga: Pramono imbau masyarakat tak bakar sampah untuk jaga udara Jakarta
Baca juga: Pramono sebut PLTU di Suralaya jadi salah satu penyebab polusi di DKI
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.