Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota Denpasar memperkenalkan muatan lokal berupa mesolah (menari) dan megending (bernyanyi) kepada siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai bagian dari penyempurnaan proses pembelajaran.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan program yang dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) itu bertujuan menanamkan kecintaan terhadap bahasa, seni, dan budaya Bali sejak usia dini.
"Minimal dasar-dasar budaya Bali sudah dikenal oleh siswa sejak dini, mulai dari Bahasa Bali, tari Bali, hingga megending Bali," ujar Jaya Negara saat meninjau MPLS di SD Negeri Tulangampiang, Denpasar, Kamis.
Ia menegaskan Pemkot Denpasar akan terus memberikan ruang kreativitas bagi para siswa melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan ajang seni budaya, seperti Pesta Kesenian Bali (PKB), Denpasar Festival (Denfest), serta berbagai kegiatan budaya lainnya.
Jaya Negara berharap pengenalan muatan lokal mampu memperkuat pelestarian budaya Bali sekaligus membekali generasi muda agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.
Materi mesolah dan megending dipandu Founder Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha bersama tim dan disambut antusias para siswa baru.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Denpasar AA Gede Wiratama mengatakan pengenalan itu merupakan bagian dari penguatan muatan lokal yang dikemas secara edukatif, menyenangkan, dan sesuai karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Program itu juga sejalan dengan pelaksanaan MPLS yang ramah anak, edukatif, inklusif, serta mendukung pembentukan karakter.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan identitas budaya, dan pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.
Ia menambahkan, muatan lokal akan terus diperkuat melalui pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan semakin mencintai bahasa, seni, serta budaya Bali sejak dini.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.