Pemkot Kupang juga kembangkan Bumi Perkemahan Fatubena jadi objek wisata
Rabu, 29 Juli 2026 13:36 WIB
Wali Kota Kupang Christian Widodo, saat menghadiri Pembukaan Jambore Daerah Pramuka X Provinsi NTT di Bumi Perkemahan Fatubena-Kolhua, Kota Kupang, Rabu (29/7/2026) ANTARA/HO/Humas Pemprov NTT
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang mengembangkan kawasan Bumi Perkemahan Fatubena menjadi objek wisata alam, selain sebagai ruang edukasi dan kegiatan kepramukaan.
"Ini momentum penting bagi pengembangan kawasan Bumi Perkemahan Fatubena sebagai pusat kegiatan kepramukaan sekaligus ruang edukasi dan wisata berbasis alam," kata Wali Kota Kupang Christian Widodo, saat menghadiri Pembukaan Jambore Daerah Pramuka X Provinsi NTT di Bumi Perkemahan Fatubena-Kolhua, Kota Kupang, Rabu.
Jambore Daerah Pramuka NTT berlangsung sejak 27 Juli hingga 2 Agustus 2026, namun seremoni acara pembukaan baru dilaksanakan pada Rabu (29/7).
Jambore daerah kali ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
Christian mengatakan Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan pengembangan kawasan tersebut, termasuk penataan lahan, pembangunan infrastruktur dasar, serta penyediaan fasilitas pendukung agar ke depan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan luar ruang.
Menurut dia, pembangunan akses jalan menuju Bumi Perkemahan Fatubena tidak hanya ditujukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan jambore, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada para peserta dan tamu yang hadir.

Wali Kota Kupang periode 2025-2030 itu menegaskan bahwa pembangunan sebuah kota tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus disertai pembangunan kualitas manusianya.
Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial bagi generasi muda.
"Kita membangun kota bukan hanya dengan jalan, gedung, dan berbagai infrastruktur. Yang paling penting adalah membangun kualitas manusianya. Pramuka memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan peduli terhadap sesama," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT Sinun Petrus Manuk menjelaskan bahwa usai pelaksanaan Jambore Daerah, sebanyak 108 anggota Pramuka NTT akan diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional XII di Cibubur, Jakarta.
Ia berharap seluruh kontingen dapat menjaga nama baik Nusa Tenggara Timur, menunjukkan karakter Pramuka yang disiplin, santun, dan berprestasi, serta membawa pulang pengalaman berharga untuk diterapkan di daerah masing-masing.
Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Jambore Daerah Pramuka X Tahun 2026 Ambrosius Kodo yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melaporkan sebanyak 685 orang mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 571 peserta Pramuka Penggalang dan 114 pembina pendamping serta pimpinan kontingen yang berasal dari 17 Kwartir Cabang se-NTT.
Selama pelaksanaan jambore para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan umum maupun kegiatan keterampilan, di antaranya upacara pembukaan dan penutupan, api unggun, ibadah, olahraga, anjangsana, forum penggalang, pentas seni, serta berbagai materi kepramukaan seperti mountaineering, navigasi darat, survival, orientasi medan, dan literasi digital.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk Pramuka yang tangguh, disiplin, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pewarta : Anwar Maga
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.