Kota Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, Jawa Timur, meluncurkan Gerakan Literasi Sepuluh Ribu Buku (Gerbang Seribu) guna memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mendukung gerakan Literasi Nasional.
"Program Gerbang Seribu bertujuan membangun budaya literasi sejak dini sekaligus meningkatkan kompetensi peserta didik dalam membaca, menulis, dan memanfaatkan literasi digital," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Setyorini Sayekti dalam kegiatan yang digelar di Aula SMP Negeri 9 Kota Probolinggo, Kamis.
Menurutnya, hasil karya para siswa nantinya akan diterbitkan dalam bentuk buku digital (e-book) yang tersimpan di perpustakaan digital Disperpusip dan program itu menjadi salah satu praktik baik yang melibatkan guru dan peserta didik dalam menghasilkan karya tulis.
"Harapannya, mulai tahun depan hasil tulisan mereka sudah dapat diterbitkan dalam bentuk e-book sehingga dapat diakses lebih luas. Itu juga menjadi bagian dari program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam penguatan budaya literasi," tuturnya.
Rangkaian kegiatan peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo. Kedatangan wali kota bersama para tamu undangan disambut barisan siswa-siswi dari berbagai ekstrakurikuler. Sebanyak 115 penulis muda dari jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta turut ambil bagian sebagai peserta program literasi.
Sebagai tanda dimulainya program tersebut, dilakukan penandatanganan dokumen peluncuran Gerbang Seribu oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin, yang sekaligus menandai resmi bergulirnya Gerakan Literasi Sepuluh Ribu Buku di Kota Probolinggo.
Wali Kota mengapresiasi lahirnya program yang dinilai mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi yang gemar membaca, menulis, dan berkarya.
"Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan cara berpikir generasi muda. Saya mengajak seluruh anak-anak Kota Probolinggo memberikan sumbangsih terbaik melalui karya-karya yang lahir dari dunia pendidikan," katanya.
Aminuddin bahkan menyampaikan komitmennya untuk menghadirkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) apabila target penerbitan 10 ribu buku karya pelajar Kota Probolinggo berhasil diwujudkan.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menerima replika Kelabang Songo karya siswa SMP Negeri 4 Kota Probolinggo beserta buku berjudul "Kelabang Songo".
Buku setebal 114 halaman itu mengulas sejarah, perkembangan, hingga eksistensi kesenian musik tradisional Kelabang Songo yang khas dengan irama alat musik duk-duk yang dimainkan secara serempak dan penuh semangat.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.