Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengalokasikan anggaran belanja tak terduga (BTT) senilai Rp5 miliar untuk perbaikan oprit fondasi dan talud Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kabupaten Ponorogo yang rusak tergerus banjir.
Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Timur, Agus Sutanto, di Ponorogo, Jumat, mengatakan bahwa perbaikan tersebut telah dimulai sekitar dua pekan lalu agar kerusakan tidak meluas.
"Perbaikan sudah dimulai sekitar dua pekan lalu dengan anggaran hampir Rp5 miliar yang bersumber dari belanja tak terduga," kata Agus.
Menurut Agus, penanganan diprioritaskan pada oprit dan talud jembatan yang mengalami penurunan akibat gerusan aliran sungai agar tidak memicu kerusakan yang lebih besar.
Ia menjelaskan, kerusakan Jembatan Plapar tersebut dipicu ambrolnya cek dam milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sehingga aliran sungai menggerus tanah di sekitar fondasi jembatan.
"Kalau tidak segera ditangani, oprit akan terus turun dan tanah di sekitar jembatan berpotensi longsor," ujarnya.
Pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir September 2026. Selama proses perbaikan, kendaraan bertonase lebih dari 10 ton dilarang melintasi ruas Ponorogo-Pacitan untuk mengurangi beban pada konstruksi jembatan.
Kendaraan bertonase besar sementara dialihkan melalui jalur Wonogiri sesuai rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah daerah setempat bersama pihak kepolisian.
Jembatan Plapar yang dibangun pada 2014 merupakan jalur penghubung utama Ponorogo-Pacitan. Penanganan darurat dilakukan agar akses transportasi tetap berfungsi dan tidak terputus saat musim hujan.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.