Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan Program Bantu Rakyat "Distribusi Air Bersih" untuk membantu masyarakat di Bumi Merah Putih yang mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau.
"Kita harus mempersiapkan personel serta sarana dan prasarana untuk membantu masyarakat yang terdampak," kata Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni di Bengkulu, Senin.
Herwan mengatakan sejumlah wilayah di Bengkulu mulai mengalami kekeringan sehingga pemerintah daerah perlu melakukan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Dia telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera berkoordinasi dan menyiapkan personel beserta sarana pendukung dalam mendukung pelaksanaan distribusi air bersih.
Menurut Herwan kesiapan personel dan sarana menjadi bagian dari respons cepat pemerintah daerah agar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat segera terpenuhi kebutuhannya dan juga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap terpenuhi, sehingga pemerintah daerah menempatkan penyediaannya sebagai salah satu prioritas penanganan saat musim kemarau dan kekeringan melanda sejumlah wilayah.
Herwan juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah yang mulai terdampak kekeringan.
"Kita sudah mendapatkan beberapa lokasi dan meminta BPBD mendata wilayah mana saja yang terdampak agar distribusi air bersih melalui program Bantu Rakyat dapat segera dilakukan kepada rumah-rumah maupun kawasan yang mengalami kekeringan," ujarnya.
Data dari BPBD nantinya akan menjadi dasar penentuan lokasi penyaluran bantuan air bersih sehingga distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.