Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi melalui pembentukan Jakarta Education and Innovation Center untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang mampu melahirkan talenta unggul, inovatif, dan solutif atas berbagai tantangan perkotaan.
"Pembentukan Jakarta Education and Innovation Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan mitra internasional," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Focus Group Discussion (FGD) on the Establishment of the Jakarta Education and Innovation Center di Balai Kota, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkotaan sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat global.
"Jakarta memiliki tantangan sekaligus potensi yang sangat besar. Karena itu, kami ingin menjadikan Jakarta sebagai tempat lahirnya riset dan inovasi yang mampu menjawab persoalan perkotaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Pramono.
Dia menilai keberagaman masyarakat, dinamika ekonomi, serta kompleksitas persoalan perkotaan menjadikan Jakarta sebagai living laboratory yang ideal bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.
Maka dari itu, kata dia, investasi dalam bidang pendidikan dan riset merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Jakarta sebagai kota global.
Baca juga: Pemprov DKI komitmen perluas akses pendidikan lewat beasiswa hingga S3
Diskusi kelompok terpumpun itu diadakan sebagai tindak lanjut pembahasan antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Georgetown University, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengenai penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan riset di Jakarta.
Sebelumnya, AT Kearney bersama Georgetown University juga berdiskusi dengan Danantara untuk merumuskan skema insentif yang dapat meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai lokasi pendirian perguruan tinggi bertaraf internasional.
Melalui forum tersebut, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan mengenai model kelembagaan, tata kelola, kemitraan internasional, dukungan regulasi, serta roadmap implementasi Jakarta Education and Innovation Center.
Seluruh hasil diskusi tersebut akan ditindaklanjuti oleh Bappeda Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu acuan dalam penyusunan kebijakan dan rencana implementasi program.
"Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Ke depan, kami ingin semakin banyak perguruan tinggi dan lembaga riset kelas dunia berkolaborasi di Jakarta sehingga pendidikan dan inovasi menjadi kekuatan baru untuk meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global," pungkas Pramono.
FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional, di antaranya Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, Georgetown University, Seoul National University (SNU), Nanyang Technological University (NTU), Peking University, Brown University, The London School of Economics and Political Science (LSE), Monash University Indonesia, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Selain itu, ada pula perwakilan World Bank, Asian Development Bank (ADB), AT Kearney, serta sejumlah kementerian yang memberikan masukan strategis bagi pengembangan Jakarta Education and Innovation Center.
Baca juga: Pramono pastikan program bantuan pendidikan dan LPDP Jakarta berlanjut
Baca juga: Pramono prioritaskan pendidikan melalui penguatan guru
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.