Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi internasional untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan pernapasan, termasuk penanganan tuberkulosis (TB), serta penyakit kronis, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), mengingat masih adanya penyakit tersebut di ibu kota.
"Tantangan tersebut semakin kompleks dengan masih tingginya perilaku merokok, termasuk meningkatnya penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja dan generasi muda, yang berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan paru pada masa depan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Jakarta, Jumat.
Upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam mendorong kemajuan layanan kesehatan pernapasan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan itu dilakukan salah satunya melalui penyelenggaraan 27th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (RESPINA) 2026.
Rano mengatakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan para ahli, akademisi, peneliti, praktisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai negara tersebut selama lebih dari dua dekade konsisten meningkatkan mutu layanan perawatan pernapasan (respiratory care) melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi multidisiplin.
Menurut dia, kontribusi tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan nasional sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan Indonesia.
Baca juga: Didominasi anak dan lansia, Sudinkes Jaksel tangani 8.600 kasus ISPA
Di sisi lain, untuk menjawab tantangan berbagai penyakit pernapasan, Pemprov DKI terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui peningkatan kualitas udara, penerapan perilaku hidup sehat, serta penguatan layanan kesehatan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan transportasi publik yang terintegrasi, pengendalian emisi kendaraan, pemantauan kualitas udara melalui JAKISPU, percepatan elektrifikasi armada Transjakarta, serta optimalisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang disertai edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Rano menilai berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang mengedepankan pencegahan melalui perbaikan kualitas lingkungan dan penerapan perilaku hidup sehat.
Pada saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan layanan kesehatan melalui pengembangan rumah sakit daerah bertaraf internasional sebagai pusat rujukan, pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan.
"Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan," pungkas Rano.
Baca juga: Pramono sambut baik kehadiran laman pemantau kualitas udara di Jakarta
Baca juga: Pemprov DKI ajak warga jaga kualitas udara lewat #SatuLangkahDulu
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.