Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Jambi tengah mengkaji untuk mengeluarkan surat edaran libur sekolah dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di wilayah itu.
"Saya dapat informasi semalam, memang iklim kita ini kondisinya sudah masuk data ambang batas kurang sehat," kata Gubernur Jambi Al Haris di Kota Jambi, Selasa.
Jika kondisi tersebut masih bertahan, kata dia, pemerintah akan mengambil langkah membuat surat edaran penggunaan masker, termasuk rencana meliburkan siswa jika nilai perlu, khususnya bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
"Akan kita pantau beberapa hari ini, kalau memang masih seperti itu mungkin ada dari kami edaran kepada masyarakat untuk mulai mengeluarkan masker, dan kita juga memantau yang untuk PAUD apakah rawan, apakah diliburkan atau sebagainya," ucap Gubernur Al Haris.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyampaikan luas lahan yang terbakar mencapai di atas 300 hektare.
Berdasarkan data, kebakaran paling luas berada di kawasan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Di sana, luas lahan yang terbakar mencapai 50 hektare.
Saat ini tim gabungan tengah melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang dinilai masih muncul titik api, termasuk di wilayah Desa Persiapan Air Merah.
Untuk mempercepat penanganan karhutla, kata dia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dukungan berupa pesawat yang dapat dioperasikan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"BNPB telah menyiapkan pesawat yang bisa beroperasi siang ataupun malam ketika ada bibit hujan langsung kita lakukan OMC," ujarnya.
Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah memastikan pihaknya akan melakukan langkah penyelidikan sesuai ketentuan untuk mengetahui penyebab kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut.
Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla, mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Jika melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera laporkan kepada petugas," ucapnya.
Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Kota Jambi saat ini berada di angka 105 yang sebelumnya pada angka 104. Berdasarkan angka tersebut yang dipantau melalui aplikasi ISPUnet pada Selasa (11/8), pukul 09.30 WIB kualitas udara masih bertahan dalam kategori tidak sehat.
Begitu juga dengan kualitas udara Kabupaten Muaro Jambi, hingga siang ini berada di angka 157 yang menunjukkan masuk dalam kategori tidak sehat.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Asap karhutla tak sehat, Pemprov Jambi kaji liburkan anak sekolah
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.