Pemprov Kaltara Percepat Elektrifikasi di Puluhan Desa Prioritas

Pemprov Kaltara Percepat Elektrifikasi di Puluhan Desa Prioritas

Senin, 10 Agustus 2026 20:45 WIB

Image Print

Info Grafis Pemprov Kaltara percepat elektrifikasi di puluhan desa prioritas. (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utaraterus mempercepat pemerataan akses listrik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah perbatasan, pedalaman dan daerah yang masih sulit dijangkau.

"Berbagai tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari kondisi geografis yang didominasi wilayah perbatasan dan pedalaman, hingga tingginya biaya pembangunan jaringan listrik," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ferdy Manurun Tanduklangi di Tanjung Selor, Senin.

Saat ini, masih terdapat sekitar 7.956 kepala keluarga yang belum menikmati aliran listrik dan 60 desa yang belum terlayani secara memadai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, yang menginstruksikan Dinas ESDM Kaltara untuk mempercepat penyelesaian persoalan kelistrikan di daerah.

Ferdy mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM guna memperjuangkan dukungan program elektrifikasi bagi Kaltara.

Selain menyampaikan tantangan tersebut, Pemprov Kaltara juga mempresentasikan langkah percepatan elektrifikasi dengan target penyelesaian secara bertahap dalam tiga tahun ke depan agar seluruh masyarakat dapat menikmati akses listrik yang andal dan berkelanjutan, katanya.

“Upaya tersebut mendapat respons positif dari Kementerian ESDM. Pemerintah pusat menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan kelistrikan di Kaltara melalui tiga program utama dengan total nilai sekitar Rp471 miliar,” kata Ferdy.

Dia mengatakan program tersebut meliputi perluasan jaringan listrik pada 62 titik senilai sekitar Rp200 miliar, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di 16 lokasi senilai sekitar Rp250 miliar, serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 3.600 rumah tangga dengan nilai sekitar Rp21 miliar.

Untuk tahap pelaksanaan tahun 2026, program pembangunan PLTS Komunal direncanakan menyasar 11 titik yang mencakup 15 desa, katanya.

Ferdy menjelaskan lokasi pembangunan PLTS tersebar di Kabupaten Malinau sebanyak empat titik dan Kabupaten Nunukan sebanyak tujuh titik.

Sementara itu, program perluasan jaringan listrik pada tahun 2026 direncanakan menjangkau 74 desa yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltara.

Ferdy mengatakan keberhasilan memperoleh dukungan tersebut harus diikuti dengan kesiapan pemerintah daerah agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

"Kementerian ESDM meminta pemerintah daerah memastikan data penerima manfaat akurat, lokasi kegiatan siap dilaksanakan, serta seluruh perizinan dan dukungan lapangan diselesaikan sejak awal agar tidak menghambat pelaksanaan program," katanya.

Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung mulai September 2026 hingga Juli 2027. Pemprov Kaltara bersama pemerintah kabupaten dan kota akan mengawal seluruh tahapan pelaksanaan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat tepat waktu.

Menurut Ferdy, percepatan elektrifikasi bukan hanya bertujuan menghadirkan listrik, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi, pelayanan pendidikan, layanan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

"Pemprov Kaltara berkomitmen terus memperluas akses listrik hingga menjangkau seluruh wilayah. Harapannya, tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam menikmati layanan energi yang menjadi kebutuhan dasar," katanya.
Baca juga: Gubernur Ikut Run Night Slipi, 600 Peserta Ramaikan Lari 7,5 Kilometer
Baca juga: Lawan Gratifikasi Dimulai dari Rumah, Ini Pesan DWP Kaltara

Pewarta : Redaksi
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.