Pemprov Lampung petakan potensi dan kesiapan desa lakukan ekspor produk

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan pemetaan potensi dan kesiapan desa di wilayahnya dalam mengembangkan produk desa yang siap diekspor.

"Pengembangan ekspor produk desa ini diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi berbagai komoditas potensial di Lampung," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah mendorong pengembangan produk desa, agar mampu menembus pasar internasional melalui Program Desaku Maju.

"Pemerintah melakukan pemetaan terhadap potensi dan kesiapan desa, termasuk kapasitas produksi, kualitas produk, kesinambungan pasokan, serta kesesuaian dengan permintaan pasar internasional," ujar dia.

Lampung memiliki potensi produk yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, katanya menjelaskan. Selain komoditas yang selama ini telah dikenal seperti kopi, kakao, nanas, dan pisang, terdapat berbagai produk lain yang berpeluang dikembangkan menjadi komoditas ekspor melalui proses identifikasi, penguatan kualitas, dan penyesuaian dengan kebutuhan pasar.

"Masyarakat dan pelaku usaha tidak harus langsung berada dalam skala besar, tetapi didorong untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar internasional," katanya.

Menurut dia, pengembangan ekspor produk desa membutuhkan keterpaduan lintas sektor dan perangkat daerah. Sehingga sinergi diperlukan antara sektor perdagangan dan ekspor dengan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pengolahan pangan, serta UMKM.

"Selain itu, UMKM yang telah memiliki pengalaman sebagai eksportir akan dilibatkan sebagai mitra pembelajaran dan pendamping bagi pelaku usaha desa yang mulai memasuki pasar internasional," katanya menambahkan.

Ia mengatakan melalui pendekatan tersebut, pengembangan ekspor tidak hanya berorientasi pada ekspor perdana, tetapi juga diarahkan untuk membangun keberlanjutan pasar, meningkatkan volume perdagangan, memperluas negara tujuan, melakukan diversifikasi produk, serta mendorong terjadinya pembelian berulang.

"Program ini diharapkan dapat memperkuat posisi desa sebagai bagian dari rantai nilai perdagangan internasional melalui produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing global," ujar dia.

Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.