Pemprov Maluku gandeng BKHIT percepat ekspor komoditas unggulan lewat pembinaan pelaku usaha - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menggandeng Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku untuk mempercepat ekspor komoditas unggulan daerah melalui penguatan pembinaan pelaku usaha, pemenuhan persyaratan karantina, peningkatan mutu produk, serta percepatan sertifikasi.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Senin, mengatakan percepatan ekspor memerlukan kolaborasi lintas sektor karena setiap tahapan, mulai dari produksi hingga pemenuhan persyaratan negara tujuan, harus dilakukan secara terpadu.

"Sinergi menjadi kunci agar komoditas unggulan Maluku semakin dipercaya pasar global. Dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah, kami ingin memastikan setiap komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan sesuai standar internasional sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah," katanya.

Ia menjelaskan BKHIT memiliki tugas melaksanakan tindakan karantina terhadap media pembawa hama dan penyakit hewan, ikan, serta organisme pengganggu tumbuhan, sekaligus menerbitkan sertifikasi kesehatan sebagai persyaratan utama ekspor.

Menurut Willy, pendampingan kepada pelaku usaha juga terus diperkuat melalui edukasi mengenai persyaratan negara tujuan, pemeriksaan komoditas, hingga percepatan penerbitan dokumen karantina sehingga proses ekspor dapat berlangsung lebih efektif.

Ia mengatakan komoditas unggulan Maluku memiliki peluang besar menembus pasar internasional, terutama hasil perikanan seperti tuna loin, tuna beku, dan gurita beku, serta komoditas perkebunan dan pertanian seperti pala, cengkih, minyak kayu putih, tepung sagu, dan kenari.

Berdasarkan data perdagangan, nilai ekspor Provinsi Maluku sepanjang 2025 mencapai 55,63 juta dolar Amerika Serikat, sedangkan pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 10,79 juta dolar AS.

Adapun negara tujuan utama ekspor komoditas Maluku meliputi Singapura, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Amerika Serikat, Jepang, China, Malaysia, hingga sejumlah negara di Eropa seperti Belanda.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Ina Wati Tahir mengatakan pihaknya mendukung percepatan ekspor melalui penguatan kualitas dan keberlanjutan produksi pangan daerah agar mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa mengabaikan ketersediaan pangan masyarakat.

"Dinas Ketahanan Pangan memiliki tugas menjaga ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, dan mutu pangan. Dalam mendukung ekspor, kami memastikan komoditas yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik melalui pembinaan, koordinasi dengan petani dan pelaku usaha, serta penguatan sistem pangan daerah sehingga produk Maluku memiliki daya saing yang tinggi," ujarnya.

Ia menambahkan sinergi dengan BKHIT menjadi langkah strategis karena kualitas produk yang terjaga harus diikuti dengan pemenuhan persyaratan karantina dan sertifikasi agar komoditas unggulan Maluku dapat diterima di pasar internasional.

Menurut Ina, kolaborasi antarlembaga akan memperkuat rantai pasok komoditas ekspor sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk unggulan Maluku, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani, nelayan, dan pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.