Bagikan:
JAKARTA - Pengadilan Israel untuk sementara membekukan rencana Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir untuk menempatkan buaya di sekitar Penjara Ketziot di gurun Negev, Israel selatan, tempat para tahanan Palestina dari Jalur Gaza ditahan, menurut media Israel pada Hari Senin.
Otoritas Israel mulai menggali parit di sekitar bagian penjara yang menampung warga Palestina yang ditahan dari Gaza atas tuduhan keterlibatan dalam peristiwa 7 Oktober 2023.
Menurut rencana Ben-Gvir, buaya akan ditempatkan di parit-parit ini.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, melaporkan Pengadilan Distrik Yerusalem mengeluarkan perintah sementara pada Minggu malam setelah organisasi hak-hak hewan Let the Animals Live mengajukan petisi menentang rencana tersebut, yang didukung oleh Kementerian Keamanan Nasional dan Layanan Penjara Israel, dikutip dari Anadolu (3/8).
Hakim Avraham Rubin melarang pihak berwenang mengambil langkah apa pun berdasarkan keputusan Menteri Perlindungan Lingkungan Idit Silman untuk mengklasifikasikan buaya sebagai "hewan liar yang dipelihara," sebuah penetapan hukum yang memungkinkan mereka untuk dipindahkan dan dipelihara di penjara.
Stasiun televisi tersebut mengatakan, putusan itu dikeluarkan beberapa jam setelah organisasi tersebut mengajukan petisi administratif terhadap Silman, Ben-Gvir, dan Layanan Penjara Israel.
Perintah sementara ini akan tetap berlaku hingga pihak berwenang menyerahkan tanggapan mereka ke pengadilan, yang diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan Agustus.
Menurut KAN, perselisihan tersebut berpusat pada keputusan Silman pada 15 Juli, yang dimaksudkan untuk memungkinkan penggunaan buaya sebagai "tindakan pencegahan dan keamanan di penjara."
Petisi tersebut berpendapat, langkah itu "mengubah status hukum buaya dan penghapusan mekanisme kontrol dan perizinan yang diberlakukan pada mereka sebagai hewan liar yang dilindungi."
Lembaga penyiaran tersebut mengatakan, Let the Animals Live berpendapat bahwa Layanan Penjara Israel telah memulai pekerjaan infrastruktur, termasuk penggalian kanal di sekitar penjara, dan menambahkan bahwa Kementerian Keamanan Nasional mengalokasikan 21 juta shekel (sekitar 6,9 juta dolar AS) untuk proyek percontohan tersebut.
Organisasi tersebut mencatat, keputusan itu dibuat tanpa otoritas hukum yang memadai dan mengabaikan pendapat profesional dan hukum yang memperingatkan risiko terhadap hewan, masyarakat, dan lingkungan, tambah KAN.
KAN mengatakan pemerintah belum menyampaikan posisi resminya kepada pengadilan dan diharapkan akan melakukannya sebagai tanggapan atas permintaan perintah pengadilan.
BACA JUGA:
Terpisah, Animals Live dan Klinik Keadilan Lingkungan dan Hak Hewan di Universitas Tel Aviv mengatakan perintah pengadilan mencegah pekerjaan yang tidak dapat dibatalkan untuk dilanjutkan pada tahap ini dan melindungi kesejahteraan hewan sementara mereka terus berupaya agar rencana tersebut dibatalkan secara permanen.
Diketahui, sejak menjabat pada akhir tahun 2022, Ben-Gvir telah mengawasi pengetatan kondisi penahanan bagi tahanan Palestina, termasuk kebijakan yang melibatkan kelaparan, pengabaian medis, penyiksaan, dan isolasi.
Menurut organisasi hak asasi manusia Palestina dan Israel, sekitar 9.500 tahanan Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara-penjara Israel dalam kondisi yang buruk, dengan puluhan orang dilaporkan meninggal akibat kelaparan, penyiksaan, dan pengabaian medis.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+