Senin, 17 Agustus 2026 - 10:06 WIB
Jakarta, VIVA – Minat terhadap mobil listrik dan hybrid di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan pasar otomotif secara keseluruhan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut penjualan kendaraan listrik dan hybrid tumbuh lebih dari 40 persen secara tahunan.
Baca Juga
“Kalau kami lihat dari sektor otomotif naik 33,3 persen year-on-year (secara tahunan), dan khusus untuk kendaraan elektrik ataupun kendaraan hybrid itu naiknya lebih dari 40 persen,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Senin 17 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut mantan Menteri Perindustrian itu, perkembangan tersebut juga terlihat dari aktivitas penggunaan kendaraan listrik. Salah satu indikatornya adalah konsumsi listrik pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terus meningkat sepanjang 2026.
Baca Juga
Berdasarkan data PLN yang disampaikan Airlangga, konsumsi listrik SPKLU mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh) hingga Juni 2026. Angka tersebut sudah melampaui konsumsi listrik SPKLU selama sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 48,5 juta kWh.
Dengan demikian, konsumsi listrik SPKLU selama enam bulan pertama 2026 sudah lebih tinggi sekitar 28 persen dibandingkan realisasi sepanjang tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator bertambahnya aktivitas penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga
Airlangga mengatakan perkembangan sektor otomotif juga menjadi salah satu gambaran aktivitas ekonomi riil. Selain penjualan kendaraan, pemerintah melihat peningkatan konsumsi listrik serta aktivitas industri sebagai indikator pergerakan ekonomi.
Total penjualan listrik nasional tercatat tumbuh 10,8 persen. Jika dilihat berdasarkan kelompok konsumen, konsumsi listrik rumah tangga naik 12,3 persen, bisnis meningkat 10 persen, sedangkan sektor industri tumbuh 6,5 persen.
“Kenaikan ekonomi juga bisa dilihat dari kegiatan yang mengonsumsi listrik. Itu juga naik 10,8 persen dan penjualan semen 13,5 persen year on year,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemerintah menilai perkembangan sejumlah indikator tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat dan aktivitas industri masih bergerak positif. Sektor otomotif menjadi salah satu bagian yang ikut mencerminkan kondisi tersebut, dengan pertumbuhan penjualan kendaraan sebesar 33,3 persen secara tahunan.
Pertumbuhan kendaraan listrik dan hybrid yang berada di atas 40 persen menunjukkan perubahan komposisi permintaan di pasar otomotif. Selain kendaraan bermesin pembakaran internal, pilihan elektrifikasi semakin mendapat tempat dalam pasar kendaraan nasional.
Halaman Selanjutnya
Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada 2027. Target tersebut tercantum dalam RAPBN 2027 dan lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen.