Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:38 WIB
Bintan, VIVA – Tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, BNN RI, Bareskrim Polri, hingga TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ketamin. Kapal tersebut mengangkut 1,3 ton Ketamin sebelum ditangkap di perairan Bintan.
Baca Juga
Berdasarkan informasi yang diterima, Sabtu, 8 Agustus 2026, kapal itu dihentikan oleh Satgas Patroli Laut BC bersama KRI Kerambit-627 di perairan utara Berakit, Bintan, pada Kamis, 6 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penindakan ini berawal dari informasi intelijen internasional yang diterima DJBC dari otoritas Thailand pada Mei 2026, serta diperkuat oleh data intelijen Taiwan Coast Guard melalui Bareskrim Polri pada awal Agustus 2026.
Baca Juga
Berangkat dari informasi tersebut, tim gabungan memperketat pemantauan terhadap pergerakan kapal yang dimaksud. Setelah dihentikan, kapal beserta seluruh awak dikawal menuju Dermaga Kodaeral IV Batam untuk pemeriksaan mendalam.
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, tim gabungan berhasil membongkar modus operandi pelaku yang menyembunyikan barang haram di dalam kompartemen tersembunyi dekat anjungan kapal.
Baca Juga
Petugas mengamankan 65 karung berisi 1.300 bungkus teh cina dengan berat total sekitar 1,3 ton. Hasil uji pendahuluan menggunakan alat Rigaku mengonfirmasi seluruh sampel positif mengandung ketamin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam operasi ini, petugas mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK) yang terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar, yaitu KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44).
Saat ini seluruh barang bukti beserta para tersangka diamankan di Pangkalan Kodaeral IV Tanjung Sengkuang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan penghitungan ulang oleh Pomal Batam. Rencananya, rincian pengungkapan kasus ini akan dipaparkan secara resmi di Batam.
Kepala BPOM Sebut Penyalahgunaan Ketamin Melonjak Drastis Sepanjang 2022-2024
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar mengatakan tren penyalahgunaan ketamin mengalami peningkatan yang sangat drastis sepanjang tahun 2022-2024.
VIVA.co.id
20 April 2026