Perkuat layanan kesehatan, Pemkab Natuna siapkan beasiswa dokter spesialis neurologi

Perkuat layanan kesehatan, Pemkab Natuna siapkan beasiswa dokter spesialis neurologi

Selasa, 28 Juli 2026 13:32 WIB

Image Print

Ilustrasi: dokter saat memeriksa pasien. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan beasiswa dokter spesialis neurologi, untuk memperkuat layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah di Natuna, Selasa, mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kabupaten Natuna saat ini membuka tujuh formasi beasiswa pendidikan dokter spesialis.

Tujuh formasi tersebut meliputi spesialis penyakit dalam, bedah, anak, anestesi, rehabilitasi medik, radiologi, dan ortopedi (tulang). Namun, dari seluruh formasi yang dibuka, beasiswa dokter spesialis anak belum memiliki pendaftar.

Baca juga: Pemkab Natuna perbaiki puskesmas pembantu di daerah pulau terdepan

Karena itu, Dinkes Natuna berinisiatif melakukan perubahan formasi beasiswa tersebut menjadi dokter spesialis neurologi.

"Formasi dokter spesialis anak tidak ada peminat, jadi akan kita alihkan ke formasi dokter spesialis neurologi (saraf) untuk mendukung layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi)," ucap dia.

Ia menjelaskan untuk pendaftaran pengajuan penerima beasiswa dokter spesialis neurologi akan segera dibuka. Sementara enam lainnya sudah ditutup.

Ia menyebut untuk enam formasi yang sudah ada peminat, spesialis rehabilitasi medik dan radiologi merupakan bidang yang banyak pelamar.

Pendaftar yang lulus administrasi di kedua bidang ini sebanyak dua orang, sementara lainnya kecuali spesialis anak masing-masing satu.

"Tahapan selanjutnya adalah psikotes dan wawancara. Dari total pendaftar sekitar 12 orang," ujar dia.

Baca juga: Bank bjb dan Pemkot Bogor sinergi hadirkan kepastian masa depan bagi Ketua RT-RW-LPM

Ia menjelaskan Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran untuk membiayai pendidikan tiga dokter spesialis, sementara Pemprov empat orang.

Terdapat dua kategori peserta, yakni fresh graduate (lulusan baru) dan yang sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.