Perluasan Pabrik Pasta Bongkar 'Kota Orang Mati' Berusia 2.600 Tahun

Jakarta -

Perluasan pabrik pasta di Italia berujung penemuan tak terduga. Arkeolog menemukan nekropolis berusia 2.600 tahun dengan makam kuno dan artefak langka.

Italia merupakan tempat kelahiran pasta. Sebuah daerah bernama Gragnano di Italia Selatan bahkan jadi salah satu kawasan yang lekat dengan tradisi pembuatan pasta.

Di kota dekat Napoli tersebut, tersimpan sejarah jauh lebih tua yang baru terungkap saat sebuah pabrik pasta melakukan perluasan fasilitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemuan tak terduga itu terjadi di area pabrik Pasta Garofalo. Berawal dari proses penggalian untuk mendukung perluasan fasilitas produksi pada 2025 hingga 2026.

Dalam proyek tersebut, arkeolog justru menemukan sebuah nekropolis atau 'kota orang mati' berusia sekitar 2.600 tahun, seperti yang dikutip dari Fox News (23/8).

Perluasan Pabrik Pasta Bongkar 'Kota Orang Mati' Berusia 2.600 TahunPerluasan Pabrik Pasta Bongkar 'Kota Orang Mati' Berusia 2.600 Tahun Foto: Pasta Garofalo/Marino

Situs pemakaman itu diperkirakan berasal dari paruh pertama abad ke-6 sebelum Masehi (SM), tepatnya pada periode Arkais dalam sejarah Mediterania, jauh sebelum Kekaisaran Romawi berjaya.

Temuan ini menarik karena lokasi tersebut berada di Gragnano, kota yang hingga kini dikenal luas karena tradisi produksi pastanya.

Pasta Garofalo menyebut penemuan tersebut sebagai babak baru dalam hubungan panjang antara perusahaan, pasta, dan kota Gragnano.

"Pasta Garofalo telah merayakan hubungan mendalam antara pasta dan kota Gragnano. Hubungan ini kini semakin diperkaya oleh sebuah babak baru yang luar biasa," tulis perusahaan dalam keterangannya.

Penggalian di lokasi memperlihatkan deretan ruang pemakaman berbahan batu. Di dalamnya ditemukan sisa-sisa manusia, tembikar, serta berbagai benda yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa tersebut.

Sejumlah makam bahkan menyimpan material yang sangat jarang bertahan selama ribuan tahun.

Arkeolog menemukan tekstil, benda berbahan kayu, hingga keranjang anyaman yang dapat membantu mengungkap kehidupan masyarakat Gragnano pada masa lampau.

Perluasan Pabrik Pasta Bongkar 'Kota Orang Mati' Berusia 2.600 TahunArkeolog menemukan tekstil, benda berbahan kayu, hingga keranjang anyaman. Foto: Pasta Garofalo/Marino

Selain itu, ditemukan pula berbagai benda yang diduga menjadi bekal kubur. Di antaranya adalah scarab atau jimat berbentuk kumbang dari Mesir, ornamen amber berbentuk hewan, serta benda berbahan perak dan perunggu yang berasal dari kebudayaan Etruria.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa jauh sebelum Gragnano dikenal sebagai kawasan penghasil pasta, wilayah ini telah memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat dan jaringan perdagangan Mediterania.

Bagi Pasta Garofalo, penemuan itu juga menjadi pengingat bahwa industri pangan yang berkembang di Gragnano saat ini berdiri di atas sejarah kawasan yang sangat panjang.

Perluasan Pabrik Pasta Bongkar 'Kota Orang Mati' Berusia 2.600 TahunPasta hasil buatan pabrik. Foto: Pasta Garofalo/Marino

CEO Pasta Garofalo, Massimo Menna, mengatakan temuan tersebut membuat perusahaan merasa bangga sekaligus memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan daerah tersebut.

"Sejarah kami tidak dapat dipisahkan dari Gragnano, tempat yang selama berabad-abad telah menjaga warisan budaya, tradisi, dan keahlian manufaktur yang unik," ujar Menna.

Menurut Menna, menjalankan bisnis juga berarti ikut menjaga dan mengenalkan sejarah wilayah tempat perusahaan beroperasi. Karena itu, penemuan situs kuno tersebut menjadi bagian penting dari hubungan perusahaan dengan Gragnano.

Penelitian terhadap situs ini masih terus dilakukan. Para peneliti akan menganalisis sisa-sisa tulang manusia untuk mengetahui pola makan, mobilitas, hingga kondisi kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut pada periode Arkais.

(raf/adr)