Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menyerap dana senilai Rp32 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang menerima permintaan mencapai Rp70,72 triliun pada 4 Agustus 2026.
“Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp32 triliun,” tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.
Seri SPN01260905 (penerbitan baru) dimenangkan sebesar Rp1 triliun dari penawaran masuk Rp2,21 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,89000 persen dengan jatuh tempo 5 September 2026.
Selanjutnya, seri SPN12261105 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp1 triliun dari penawaran masuk Rp2,68 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,04000 persen dengan jatuh tempo 5 November 2026.
Baca juga: BEI lewat SPPA fasilitasi perdagangan repo underlying SBSN
Sementara seri SPN12270805 (penerbitan baru) dimenangkan sebesar Rp5 triliun dari penawaran masuk Rp5,32 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,14975 persen dengan jatuh tempo 5 Agustus 2027.
Pada seri Fixed Rate (FR), seri FR0110 (penerbitan baru) diserap sebesar Rp15,8 triliun dari penawaran masuk Rp34,49 triliun, menjadi seri yang menerima penawaran masuk serta serapan terbesar pada lelang kali ini. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 7,29574 persen dengan jatuh tempo 15 Mei 2032.
Seri FR0108 (pembukaan kembali) diserap sebesar Rp3,8 triliun dari penawaran masuk Rp10,15 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,31985 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.
Kemudian, seri FR0106 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp1,2 triliun dari penawaran masuk Rp8,02 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,34985 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.
Baca juga: Penawaran melonjak, Pefindo sebut prospek obligasi pemerintah positif
Seri FR0107 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp3,05 triliun dari penawaran masuk Rp4,22 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,34997 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.
Seri FR0102 (pembukaan kembali) diraup sebesar Rp400 miliar dari penawaran masuk Rp1,73 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,36955 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2054.
Terakhir, seri FR0105 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp750 miliar dari penawaran masuk Rp1,90 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,38909 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2064.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.