Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Kalimantan Timur, melalui Dinas Perikanan Kabupaten setempat meningkatkan produksi ikan lewat revitalisasi tambak, mulai dari intensifikasi lahan yang lama terabaikan hingga penerapan konsep budi daya perikanan ramah lingkungan (green aquaculture), yakni menanam bakau di tambak.
"Langkah ini kami mulai pada 2025 dengan merevitalisasi seluas 115,9 hektare tambak masyarakat di Muara Bengalon, guna mengembalikan fungsi lahan yang sempat kehilangan daya produksi," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kutim Yuliansyah di Sangatta, Jumat.
Kemudian tahun ini dilanjutkan dengan 20 hektare tambak kembali diremajakan, karena pemanfaatan pohon bakau bisa menaikkan produksi perikanan seiring banyaknya biota laut yang menjadi pakan alami ikan, udang, hingga kepiting.
Sementara, keberadaan pohon bakau selain menjadi rumah jasad renik juga sebagai penguat ekosistem pesisir, sehingga berfungsi sebagai habitat alami berbagai biota laut yang dapat mendukung keberlanjutan sektor perikanan.
Rata-rata produktivitas tambak di Bengalon berkisar antara 1,2 hingga 1,5 ton udang dan ikan campuran per hektare per tahun. Jika dikalikan luas lahan yang telah dipulihkan, maka estimasi produksi ikan dan udang tambak di Bengalon saat ini berkisar antara 140 hingga 175 ton per tahun.
Produksi ini berpotensi terus meningkat seiring waktu pemulihan lahan dan pendampingan teknis budidaya yang dilakukan pihaknya bersama pihak terkait.
Sebelum direvitalisasi, banyak tambak di sana yang tidak berproduksi optimal, bahkan ada yang dibiarkan karena produksinya sangat rendah.
Melalui perbaikan pematang, saluran air, serta pendampingan benih dan pakan mandiri yang merupakan bagian revitalisasi, produksi diharapkan dapat terus naik dan mendekati potensi lahan yang sebenarnya.
"Demikian pula Balai Benih Ikan di Kecamatan Kaubun ikut dibenahi. Semua ini bukan sekadar memperbaiki pematang dan saluran air, melainkan mengembalikan harapan agar lahan yang tidur lama itu kembali produktif," ujar Yuliansyah.
Revitalisasi tambak ini menjadi pintu masuk bagi dukungan menyeluruh. Pembudidaya kini dibenahi dari hulu ke hilir, mulai penyediaan benih unggul berkualitas, pendampingan pakan mandiri dan mesin pakan, hingga pelatihan teknik budidaya yang tepat dan ramah lingkungan.
Di sektor perikanan tangkap, nelayan juga dibantu dengan mesin kapal, alat tangkap yang lebih tepat guna, dan perlengkapan penanganan hasil, salah satu yang sangat dirasakan manfaatnya adalah penyediaan cool box.
Peralatan sederhana ini berperan menjaga kesegaran ikan sejak saat diangkat dari laut hingga tiba di pasar, sehingga ikan yang tetap segar tersebut tentu bernilai jual lebih tinggi karena mutu yang terjaga.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.