Jakarta -
Sales supervisor Hyundai bernama Widay mengaku siap menanggung konsekuensi atas viralnya video di kasus Ioniq 5 Aa Juju. Berikut pernyataan lengkapnya.
Jagat media sosial dihebohkan unggahan video influencer kenamaan Aa Juju soal keluhannya akan mobil Hyundai Ioniq 5. Dia bahkan terlibat cekcok dengan salah seorang sales supervisor Hyundai karena dianggap tak kompeten akan produknya. Video cekcok itu viral bahkan ditonton jutaan kali. Kini sales supervisor Hyundai Gowa Fatmawati yang diketahui bernama Widay mengungkap permohonan maaf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unggahan video di akun Instagram hyundaifatmawati.widay, dia juga mengaku siap bertanggung jawab atas perbuatannya itu. Berikut pernyataan lengkap Widay.
"Saya Widay atas nama pribadi berniat ingin meminta maaf kepada kakak Juju atas sikap pelayanan saya yang tidak baik dan tidak semestinya dan saya juga minta maaf sebesar-besarnya kepada Hyundai Motor Indonesia selaku ATPM resmi di Indonesia dan juga PT Gowa Modern Motor tempat di mana saya bernaung serta juga kepada pihak-pihak yang dirugikan atas beredarnya video ini.
Saya selaku atasan dari sales yang bernama Adel siap bertanggung jawab penuh konsekuensi ini atas video yang sudah beredar saya juga siap menerima konsekuensi yang akan diberikan kepada saya oleh perusahaan tempat saya bernaung atas sikap tidak sesuai dengan standarisasi yang sudah perusahaan tentukan.
Melalui kejadian ini saya menjadikan pelajaran ke depannya untuk memperbaiki kualitas layanan saya terhadap konsumen terlebih khusus kepada konsumen Hyundai Gowa Fatmawati. Kiranya melalui video ini permohonan maaf saya bisa diterima, terima kasih," ungkap dia dalam video.
Sebelumnya, diakui Juju, Hyundai Ioniq 5 itu baru dibeli secara tunai tapi baru sebentar sudah mengalami kerusakan. Pertama mobil tidak bisa melakukan fast charging. Kemudian usai parkir paralel dalam waktu yang lama, aki jadi soak. Lalu Hyundai Ioniq 5 yang dibelinya secara tunai itu juga sempat mati.
Saat mobil bermasalah, dia berulang kali bertanya kepada tenaga penjual, namun tanggapannya tak sesuai harapan. Beberapa kali bahkan tak ditanggapi. Aa Juju juga menganggap sales memberikan informasi keliru perihal parkir paralel. Menurutnya keterangan sales itu berbanding terbalik dengan mekanik yang justru tak menganjurkan mobil sering diparkir secara paralel. Padahal sebelum beli, parkir paralel menjadi konsen utama Juju. Dia kemudian pergi ke dealer untuk bertanya langsung terhadap tenaga penjual lantaran mendapat respon tak memuaskan.
Tapi bukannya mendapat solusi, sales supervisor dealer Hyundai Gowa Fatmawati justru memberi jawaban yang lagi-lagi tak memuaskan. Supervisor sales itu bahkan seolah tak tahu menahu detail soal mobil Ioniq 5.
(dry/rgr)