Warta Ekonomi, Jakarta -
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB kembali menggandeng PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sebagai Official Banking Partner Persib Bandung untuk Liga 1 musim 2026/2027.
Kerja sama tersebut resmi diperkenalkan pada Jumat (14/8/2026). Kolaborasi Bank BJB dan Persib bukan hal baru. Keduanya pernah bekerja sama pada musim 2014, ketika Persib berhasil mengakhiri penantian 19 tahun dengan meraih gelar juara liga.
CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita mengatakan, kemitraan kali ini tidak hanya berkaitan dengan eksposur merek, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat bagi Bobotoh, nasabah, dan masyarakat.
"Bagi kami, partnership yang baik bukan hanya tentang branding dan pertandingan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menghadirkan pengalaman, inovasi, dan manfaat nyata bagi Bobotoh, nasabah, serta masyarakat," ujar Glenn, dikutip dari laman Persib Bandung, seperti diberitakan Sabtu (15/8/2026).
Kinerja Keuangan Bank BJB di Semester I
Di balik kerja sama tersebut, Bank BJB juga mencatatkan kinerja keuangan yang cukup kuat sepanjang paruh pertama 2026.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian unaudited per 30 Juni 2026, BJBR membukukan laba bersih Rp782,83 miliar. Angka tersebut melonjak sekitar 59% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp492,94 miliar.
Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan bunga dan syariah neto yang meningkat 9,05% menjadi Rp3,94 triliun dari Rp3,61 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga dan bagi hasil syariah turun 12,30% menjadi Rp4,27 triliun dari sebelumnya Rp4,87 triliun.
Dari sisi arus kas, Bank BJB juga mencatat perubahan signifikan. Arus kas neto dari aktivitas operasi mencapai Rp16,07 triliun, berbalik positif dari posisi defisit Rp2,21 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Arus kas tersebut terutama didorong oleh peningkatan simpanan giro sebesar Rp9,01 triliun serta penerimaan transaksi repo efek yang mencapai Rp10,38 triliun.
Baca Juga: Laba bank bjb Melonjak 58,8%, Aset Tembus Rp228,2 Triliun pada Semester I 2026
Baca Juga: Persib Masih Ngotot Mau IPO, Ini Bocorannya
Baca Juga: Dony Oskaria Tunjuk Mantan Petinggi Persib Jadi Dirut PT Pos Indonesia
Bank BJB juga mampu menekan pembayaran beban bunga sebesar 12,8% menjadi Rp4,02 triliun dari Rp4,61 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, aktivitas investasi mencatatkan arus kas keluar bersih Rp3,98 triliun. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk penempatan pada instrumen surat berharga senilai Rp7,13 triliun.
Untuk aktivitas pendanaan, BJBR menggunakan arus kas operasional untuk membayar kewajiban pinjaman sebesar Rp8,24 triliun. Bank BJB juga membagikan dividen kas Rp900 miliar sepanjang semester I-2026, sedikit meningkat dari Rp896,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan berbagai pergerakan tersebut, kas dan setara kas Bank BJB pada akhir Juni 2026 mencapai Rp28,36 triliun, naik 31,2% dari Rp21,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset BJBR mencapai Rp228,24 triliun, meningkat dari Rp221,34 triliun pada akhir 2025. Dengan tingkat liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp197,27 triliun dan Rp19,76 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.