Pertamina Cetak 21 Operator PLTS Bersertifikat untuk Perkuat Energi Desa

Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan energi baru terbarukan (EBT) di tingkat desa dengan memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi 21 local hero Program Desa Energi Berdikari (DEB). Langkah ini ditempuh untuk memastikan infrastruktur energi bersih yang telah dibangun tetap beroperasi secara berkelanjutan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Sertifikasi tersebut digelar pada 5–7 Agustus 2026 di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang, yang juga merupakan salah satu Desa Energi Berdikari. Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai regulasi ketenagalistrikan, metodologi sertifikasi kompetensi, hingga pengoperasian dan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh Sertifikat Junior Operator PLTS yang diterbitkan oleh PPSDM KEBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Program ini menjadi bagian dari upaya Pertamina memperkuat keberlanjutan pengelolaan energi bersih di desa. Hingga kini, Program Desa Energi Berdikari telah menjangkau 262 desa di berbagai wilayah Indonesia, dengan 128 local heroyang telah mengantongi sertifikasi kompetensi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keberhasilan transisi energi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga bergantung pada kemampuan masyarakat mengoperasikan dan merawat fasilitas tersebut.

"Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh hadirnya infrastruktur, tetapi juga oleh masyarakat yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya. Karena itu, Pertamina terus memperkuat kapasitas para local hero agar manfaat Desa Energi Berdikari dapat terus menggerakkan kehidupan masyarakat dan perekonomian desa," ujar Baron, dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). 

Menurutnya, local hero berperan sebagai mitra strategis dalam memastikan fasilitas energi terbarukan tidak berhenti sebagai proyek pembangunan, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Peran tersebut telah dirasakan di sejumlah daerah. Di Kampung Posa, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Alfredo Nicholas Saputra Kolin bertugas mengoperasikan PLTS berkapasitas 3,3 kilowatt peak (kWp) yang menjadi sumber listrik bagi sistem Solar Water Treatment. Keberadaan sistem tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh akses air bersih yang sebelumnya bergantung pada air hujan atau Sungai Klasafet.

"Kalau listrik dari PLTS berhenti, air bersih juga ikut berhenti. Karena itu saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik," kata Alfredo.

Sementara itu, di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Burhanudin mengelola PLTS berkapasitas 6,6 kWp yang memasok listrik bagi mesin produksi Virgin Coconut Oil (VCO) berdaya 5.500 watt. Pemanfaatan energi surya tersebut membantu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat pengelola hutan.

"Sekarang produksi bisa berjalan lebih lancar. Listrik dari PLTS membuat kami lebih percaya diri mengembangkan usaha," ujar Burhanudin.

Baca Juga: Wujudkan Transisi Energi Berkelanjutan, Pertamina NRE Soroti Pentingnya Kepercayaan Stakeholder

Baca Juga: Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina, Raih Sertifikasi Terminal Hijau

Baca Juga: Perluas Akses Pasar, Rumah BUMN Pertamina Hadirkan 13 UMKM di Jambore Provinsi Sulawesi Tengah

Pertamina mencatat Program Desa Energi Berdikari telah menghasilkan berbagai dampak ekonomi dan sosial. Program tersebut menciptakan nilai ekonomi Rp5,65 miliar per tahun, membangun kapasitas energi terbarukan sebesar 1.302.700 watt peak (Wp) melalui pemanfaatan PLTS, mikrohidro, serta pembangkit hibrida surya-angin, dan menghasilkan 959.302 meter kubik biogas serta metana.

Selain itu, program telah memberikan manfaat kepada 283.841 jiwa, termasuk 62 penyandang disabilitas, melalui peningkatan akses energi, penyediaan air bersih, pengembangan usaha masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi desa.

Program Desa Energi Berdikari juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan di tingkat desa sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di bidang pendidikan, energi bersih, pertumbuhan ekonomi, permukiman berkelanjutan, dan penanganan perubahan iklim.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.