Bagikan:
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya berhasil mencatatkan produksi minyak sebesar 59.300 barel per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sebesar 116,1 persen dan 105,4 persen dari target RKAP 2026.
Direktur Utama PHI Muharram Jaya Pangurinseng mengatakan, PHI juga mencatatkan kinerja keselamatan yang baik, yakni 73,1 juta jam kerja selamat, nihil Number of Accident (NoA), serta 0,03 Total Recordable Incident Rate (TRIR).
“Upaya-upaya yang kita lakukan mengedepankan analisis tekno-ekonomi yang berbasis keselamatan kerja atau HSSE dan manajemen risiko,” ujar Muharram, dikutip Kamis, 6 Agustus.
Dia menjelaskan, analisis tekno-ekonomi adalah metode evaluasi untuk menilai kelayakan, biaya, dan keuntungan suatu teknologi atau proses industri dengan menggabungkan aspek teknik dan keuangan.
Muharram juga mengajak seluruh pekerja agar terus berinovasi dalam mengoptimalkan recovery rate dari lapangan-lapangan migas di Regional 3 Kalimantan yang sudah mature.
Sepanjang Semester I 2026, PHI berhasil mencatatkan sejumlah milestone penting dari proyek-proyek utama di lingkungan Perusahaan.
Di antaranya, keberhasilan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam penyelesaian pemasangan topside Proyek Manpatu pada akhir Mei 2026 dan keberhasilan onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026.
BACA JUGA:
Selain itu, keberhasilan PEP Sangasanga Field dalam pengeboran sumur pengembangan NKL-1183, serta penerapan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) pada awal Februari 2026 yang berhasil meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen.
Sementara itu, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) juga mencatatkan hasil positif melalui dua sumur di Lapangan Sejadi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+