Bagikan:
YOGYAKARTA - Turnamen sepak bola terbesar Asia Tenggara AFF pertama kali digelar pada 1996 dengan nama Piala Tiger. Kompetisi ini kemudian beberapa kali berganti nama hingga dikenal sebagai ASEAN Championship. Selain perubahan nama, format pertandingan juga telah berkali-kali mengalami penyesuaian. Lebih jelasnya, berikut akan dibahas perubahan format AFF dari masa ke masa.
Perjalanan Perubahan Format AFF dari Masa ke Masa
AFF pertama kali digelar pada 1996 dengan format tuan rumah tunggal. Begitupun dua edisi setelahnya yakni pada 1998 dan 2000. Dalam format ini, seluruh pertandingan, mulai dari fase grup hingga final, digelar di satu negara sehingga atmosfer kompetisi terpusat.
Perubahan mulai terlihat pada edisi 2002 ketika AFF memperkenalkan konsep dua tuan rumah untuk fase grup. Meski begitu, pertandingan semifinal hingga final masih dipusatkan di satu stadion. Ketika itu, Indonesia dan Singapura menjadi tuan rumah, namun pertandingan semifinal-final digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta.
Kemudian pada edisi 2004, AFF melakukan terobosan dengan menerapkan sistem dua leg untuk semifinal dan final. Artinya, setiap tim memiliki kesempatan bermain di kandang dan tandang pada laga tersebut. Namun, laga perebutan tempat ketiga masih berlangsung satu leg.
Masuk ke edisi 2007, AFF kembali melakukan penyesuaian dengan menghapus pertandingan perebutan juara ketiga, dan tetap berlaku hingga saat ini. Sementara itu, format dua leg untuk semifinal dan final tetap dipertahankan.
BACA JUGA:
Periode 2007 hingga 2016 bisa dibilang tidak ada perubahan signifikan. Pada rentang ini, fase grup tetap menggunakan dua negara tuan rumah, sementara semifinal dan final berlangsung dalam dua leg.
Perubahan kembali terjadi pada edisi 2018 ketika AFF memperkenalkan sistem kandang-tandang di fase grup. Setiap tim mendapatkan kesempatan bermain di kandang sendiri dan bertandang ke negara lain.
Pada edisi 2020, AFF balik ke format paling awal yakni kompetisi dengan tuan rumah tunggal. Meski begitu, sistem dua leg di semifinal dan final tetap dipertahankan tanpa menghadirkan kembali laga perebutan tempat ketiga.
Setelah itu, AFF kembali lagi menggunakan format kandang-tandang pada 2022, 2024, hingga edisi tahun ini. Setiap negara memainkan dua laga kandang dan dua laga tandang di fase grup. Sementara itu, babak semifinal dan final tetap menggunakan sistem dua leg.
Jika melihat perjalanan panjang di atas, setidaknya AFF telah enam kali perubahan format. Mulai dari sistem tuan rumah tunggal, dua tuan rumah, hingga format yang memberi kesempatan setiap tim tampil di kandang sendiri. Perubahan ini memperlihatkan bahwa AFF terus beradaptasi demi meningkatkan kualitas turnamen.
Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+