Bagikan:
JAKARTA - Sejumlah perusahaan multinasional memperbesar investasi hijau di China ketika negara itu mempercepat transisi energi dan pembangunan rendah karbon. Evonik, AkzoNobel, BASF, Syensqo hingga Everllence melihat China bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga tempat mengembangkan dan menguji teknologi baru.
China Daily dikutip Senin, 10 Agustus, menyebut arah tersebut semakin jelas dalam Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026–2030 yang mendorong percepatan transformasi hijau dalam pembangunan ekonomi dan sosial.
Presiden AkzoNobel China Karen Yin mengatakan kebijakan tersebut memperkuat keyakinan perusahaan terhadap prospek jangka panjang pasar China.
“Komitmen jangka panjang kami terhadap pasar China menunjukkan perubahan strategis, dari sekadar investor menjadi mitra inovasi,” kata Yin.
BACA JUGA:
Presiden Evonik China Xia Fuliang melihat perubahan serupa. Menurut Xia, China tidak lagi hanya menjadi pasar besar atau basis manufaktur, tetapi juga tempat bertemunya inovasi, infrastruktur, tenaga ahli, dan ekosistem industri.
Perusahaan asing kini banyak menyasar teknologi rendah karbon, ekonomi sirkular, dan efisiensi energi industri.
BASF, misalnya, mendorong operasi rendah karbon di kompleks Zhanjiang Verbund melalui pembelian energi terbarukan dalam skala besar. Schneider Electric memperluas solusi manajemen energi, otomatisasi, dan digitalisasi.
Siemens juga memperluas kehadirannya di China melalui solusi sistem kelistrikan pintar, manufaktur hijau, dan optimalisasi energi.
Evonik menambah proyek baru pada paruh pertama 2026. Perusahaan kimia khusus asal Jerman itu mengoperasikan pabrik hidrogen peroksida baru di Leshan, memperluas fasilitas produksi amina khusus di Nanjing, serta membuka pusat teknologi baru untuk pengembangan hidrogen hijau.
“Proyek-proyek ini mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pasar China dan perannya sebagai sumber inovasi serta transformasi bagi perusahaan global,” kata Xia seperti dikutip China Daily.
Syensqo juga melihat peluang dari besarnya pasar, cepatnya peningkatan industri, dan tenaga ahli lokal.
Perusahaan kimia khusus asal Belgia itu telah beroperasi selama empat dekade di China, memiliki lima lokasi industri, serta pusat riset dan inovasi terbesar ketiga perusahaan secara global di Shanghai.
Chief Asia Officer Syensqo Chen Pu kepada China Daily, mengatakan permintaan di China bergerak ke arah solusi yang lebih maju, berkelanjutan, dan berkinerja tinggi.
“Kami ingin menangkap peluang dari tren seperti elektrifikasi, pengurangan bobot, konektivitas canggih, dan sumber bahan baku yang lebih berkelanjutan dengan berinovasi secara lokal,” kata Chen.
China Daily juga mencatat peluang transisi hijau mulai terlihat di sektor pelayaran.
Wakil Presiden Senior sekaligus Kepala Asia-Pasifik Everllence Sarath Prasannan mengatakan China memimpin pesanan baru kapal dunia berdasarkan tonase bobot mati pada kuartal pertama 2026. Tonase bobot mati merupakan kapasitas maksimum muatan yang dapat dibawa kapal.
Kapal hijau menyumbang 80,2 persen dari kontrak baru.
Pada Juni 2026, Everllence menyelesaikan konversi Seaspan Yangtze menjadi kapal berbahan bakar ganda metanol di Shanghai COSCO Heavy Industry.
Pekerjaan tersebut selesai dalam tiga bulan. Menurut Everllence, konversi itu membuat indeks emisi kapal 55 persen lebih rendah dibanding acuan internasional.
Teknologi digital ikut masuk dalam transisi tersebut. Di pusat Syensqo di Shanghai, kecerdasan buatan digunakan dalam riset dan pengembangan.
“AI membantu tim dalam analisis, pengujian, dan optimalisasi solusi produk,” kata Chen. “AI bukan pengganti peneliti, tetapi alat untuk membantu mereka menyelesaikan masalah yang lebih rumit dan menemukan gagasan baru lebih cepat.”
Direktur China Center for Energy Economics Research di Xiamen University Lin Boqiang mengatakan percepatan keterbukaan pasar China ikut mendorong keterlibatan perusahaan multinasional di sektor manufaktur maju hingga teknologi iklim.
Wakil Direktur Jenderal sekaligus Sekretaris Jenderal Council for International Investment Promotion Liu Linna mengatakan perusahaan multinasional dapat membawa teknologi maju ke China sekaligus membantu membawa inovasi energi baru China ke pasar global.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+