Petani Cabai Hiyung siapkan sumber air antisipasi karhutla - ANTARA News Kalimantan Selatan

Rantau (ANTARA) - Kelompok tani cabai rawit Hiyung di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menyiapkan sumber air dan peralatan pemadaman guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam sentra produksi cabai khas Tapin.

Ketua Kelompok Tani Cabai Rawit Hiyung Karya Baru Junaidi mengatakan, seluruh lahan perkebunan cabai yang dikelola 11 kelompok tani di Desa Hiyung memiliki kerawanan terhadap kebakaran.

"Semua kelompok tani berusaha bersiap menghadapi karhutla dengan menyiapkan mesin pemadam dan titik-titik air," ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.

Menurut dia, pengalaman kebakaran lahan yang pernah terjadi pada 2009 dan 2024 menjadi perhatian petani untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama pada musim kemarau.

Ia menyebutkan, peralatan pemadaman yang tersedia berasal dari bantuan dan swadaya petani, namun jumlahnya masih terbatas untuk menjangkau seluruh kawasan perkebunan.

Dalam upaya penanganan karhutla, ucap Junaidi, kelompok tani berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin dan Kepolisian Sektor Tapin Tengah.

"Ancaman kekeringan tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas cabai Hiyung," katanya.

Junaidi menambahkan, kekurangan air menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu dan hasil panen dapat mengalami penurunan hingga hampir 50 persen.

Ia berharap, pemerintah dapat memperbanyak pembangunan sumur bor di kawasan perkebunan cabai Hiyung serta menambah bantuan mesin pemadam bagi kelompok tani.

"Harapan kami sumur bor dan mesin pemadam bisa diperbanyak untuk petani cabai Hiyung," tambahnya.

Melalui ketersediaan sarana tersebut, kata dia, diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani melakukan pencegahan dan penanganan awal karhutla sekaligus menjaga keberlanjutan produksi cabai rawit Hiyung di Kabupaten Tapin.

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.