Persija yang menang 3-1 mencetak gol melalui Witan Sulaeman, Arlyansyah Abdulmanan, dan Victor Dethan. Sementara Persebaya mencetak gol balasan lewat Salim Akbar Tuharea.
Patut dicatat bahwa empat pencetak gol tersebut adalah anak-anak “Gen Z” kelahiran 1997-2012 yang berusia di bawah 25 tahun dengan Witan sebagai yang paling senior dengan usia 24 tahun. Sedangkan Arlyansyah (20 tahun), Victor (22 tahun), serta Salim Akbar (22 tahun) seluruhnya lahir pada 2003-2005.
Pemain Persija Jakarta, Victor Dethan, saat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026). PERSIJA JAKARTA.
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, tampaknya mengambil peran untuk melakukan regenerasi besar-besaran dengan menggunakan Piala Presiden sebagai arena untuk mewujudkan visinya.
Dari komposisi starter yang diturunkannya melawan Arema, hanya tiga pemain yang lahir sebelum tahun 2000. Yakni Denis Kolinger (1994), Fabio Calonego (1997), dan Eksel Runtukahu (1998),
Jika dirata-rata, komposisi pemain starter yang diturunkan Persija Jakarta di laga kontra Arema adalah 23,72 tahun. Kiper Muhammad Hafizh Rizkianur adalah yang termuda dengan usia 19 tahun.
https://akurat.co/bola/879975/piala-presiden-tundukkan-arema-3-1-macan-kemayoran-rebut-peringkat-ketiga
Sementara itu, Pelatih Arema FC, Marcos Santos memainkan tiga pemain kelahiran di atas 2000. Yakni Robi Darwis (2003), Arkhan Fikri (2004), dan sang pencetak gol, Salim Akbar Tuharea (2003).
"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain,” kata Shin Tae-yong kepada awak media usai laga Persija vs Arema.
“Mereka bermain sangat baik malam ini, terutama para pemain lokal dan pemain-pemain muda yang tampil dengan penuh percaya diri."
Situasi yang sama juga tercermin pada laga final di sesi malam yang mempertemukan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Pada laga yang juga digelar di Kapten I Wayan Dipta, itu, gol pembuka Persebaya dicetak oleh Ramadhan Sananta hasil umpan silang Rachmat Irianto.
Satu-satunya gol pada dua partai final Piala Presiden tahun ini yang dicetak oleh pemain asing terjadi melalui aksi pemain bertahan Persib Bandung asal Argentina, Patricio Matricardi.
Baik Persebaya atau Persib memang memainkan mayoritas pemain asing di laga final Piala Presiden semalam. Namun, dalam konteks pemain lokal, mereka tampaknya memberikan kepercayaan pada pemain-pemain muda.
Pesepakbola Persib Bandung Kakang Rudianto (kiri) saat memperebutkan bola dengan pesepakbola Persija Jakarta Arlyansyah Abdulmanan (kanan) pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo.
Di kubu Persib, misalnya, Pelatih Igor Tolic menurunkan Kakang Rudianto di posisi bek sayap yang merupakan kelahiran 2003. Kemudian di lini depan ada Ikwan Ali Tanamal yang baru berusia 23 tahun pada Desember tahun ini.
Ketika duel tampaknya harus diselesaikan melalui adu penalti, Igor Tolic bahkan mengambil risiko dengan mengganti kiper utamanya, Teja Paku Alam, dengan penjaga gawang berusia 20 tahun, Fitrah Maulana.
Sementara Nazriel Alfaro Syahdan yang masuk di menit ke-100 menggantikan Balsa Sekulic tercatat sebagai pemain termuda di final Piala Presiden 2006 dengan usia 18 tahun.
https://akurat.co/bola/880093/piala-presiden-bungkam-persib-lewat-drama-adu-penalti-persebaya-surabaya-juara
"Kami menembus partai puncak dengan kondisi tim yang tidak utuh. Kami mengorbitkan banyak pemain muda, dan pada akhirnya harus kalah lewat adu penalti," kata Igor Tolic.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengambil pendekatan yang tak jauh berbeda dengan empat pemain lokal sebagai starter. Dua di antaranya, yakni Ernando Ari Sutaryadi dan Ramadhan Sananta, adalah pemain kelahiran 2002.
Di babak kedua Tavares memasukkan kiper Reza Arya Pratama (2000), Ricky Pratama (2003), dan Toni Firmansyah (2005). Patut dicatat, Reza Arya yang justru merupakan pemain rotasi berjaya menepis sepakan pemain Persib, Uilliam Barros dan Hamra Hehanussa, di adu penalti yang membawa Persebaya menjuarai Piala Presiden.
Kebijakan Rotasi Bebaskan Pelatih
Fakta-fakta menggembirakan tentang penampilan pemain muda lokal tersebut tak terlepas dari kebijakan panitia Piala Presiden yang memberikan kesempatan 12 kali pergantian dalam satu pertandingan.
Para pelatih juga tidak dibatasi dalam hal jumlah pergantian pemain di setiap babak. Pelatih, misalnya, boleh menggunakan skema 4-4-4 dengan empat pemain di setiap babak plus empat pemain tambahan.
Juga skema 7-5 dengan tujuh pemain babak pertama dan lima pemain di babak kedua. Atau pola 8-4 dengan delapan pemain di babak pertama dan empat pemain di babak kedua.
"Sistem pola bebas ini memberikan otonomi penuh kepada setiap pelatih untuk mengelola skuad mereka. Tidak ada batasan dalam cara mereka melakukan rotasi, selama total pergantian tidak melebihi 12 pemain dalam satu pertandingan," kata Wakil Ketua Pelaksana Piala Presiden, Risha Adi Widjaja.
“Perlu diingat bahwa Piala Presiden 2026 adalah event pra-musim yang dirancang untuk memberikan jam terbang kepada pemain-pemain. Justru untuk itu, kami memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada setiap pelatih untuk melakukan rotasi pemain sesuai kebutuhan mereka.”
Hadiah Naik Genjot Semangat Pemain Muda
Menonjolnya para pemain muda lokal tersebut juga berbalas dengan penghargaan yang diberikan penyelenggara Piala Presiden. Hadiah uang naik drastis untuk tim juara sampai peringkat keempat.
Persebaya Surabaya sebagai juara mendapatkan Rp8 miliar. Nilai ini lebih tinggi dari hadiah edisi tahun lalu senilai Rp6 miliar yang ketika itu dimenangi oleh klub asal Thailand, Port FC.
Sementara untuk tim runner-up sampai peringkat keempat masing-masing naik Rp500 juta. Dengan demikian, jumlahnya adalah Rp3,5 miliar untuk runner-up, Rp2,5 miliar untuk peringkat kedua, dan Rp1,5 miliar untuk peringkat keempat.
Ketum PSSI, Erick Thohir (kedua kiri), bersama Ketua SC Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait (kedua kanan), Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (kanan), dan Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) saat menyaksikan final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya di Gianyar, Kamis (6/8/2026). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
"Jadi tidak boleh ada angka turun ya. Harus kebaikan itu makin tinggi, supaya makin semangat pemain dan klubnya. Bersaing sehat," kata Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, sehari sebelum laga final.
Untuk klub, jumlah hadiah tersebut bisa digunakan untuk memperkuat skuad menjelang memasuki musim baru. Juga memberikan motivasi untuk pemain muda yang bersinar di Piala Presiden bisa terus konsisten sampai ke pertarungan sebenarnya di kompetisi Super League musim depan.
Tahun ini, penghargaan pemain muda terbaik jatuh kepada salah satu pencetak gol dalam kemenangan Persija Jakarta atas Arema FC, Arlyansyah Abdulmanan. Penghargaan ini membuat Arlyansyah berhak atas hadiah sebesar Rp100 juta.