Jakarta -
Buah menjadi salah satu makanan yang banyak digemari karena rasanya yang manis dan menyegarkan. Tak hanya dikonsumsi sebagai pelengkap makanan, buah juga kerap menjadi pilihan dalam keseharian, termasuk bagi masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup lebih sehat.
Menariknya, ternyata ada sejumlah buah yang banyak disukai oleh masyarakat dunia. Menurut data produksi Food and Agriculture Organization (FAO), berikut adalah 5 buah yang paling disukai masyarakat dunia.
1. Pisang
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pisang merupakan salah satu buah paling populer di dunia, dengan produksi global mencapai 139 juta ton per tahun. India menjadi produsen terbesar, dengan Tamil Nadu menyumbang lebih dari 30% dari produksi nasional atau sekitar 8 juta ton per tahun. Sementara Indonesia menempati posisi ketiga dengan produksi sekitar 8,9 juta ton per tahun.
Di balik popularitasnya, pisang ternyata memiliki fakta unik jika dilihat dari ilmu botani. Buah ini termasuk dalam kelompok true berry karena berkembang dari satu bunga dengan satu ovarium yang kemudian menjadi buah berdaging. Klasifikasi tersebut ditentukan berdasarkan proses terbentuknya buah, bukan berdasarkan bentuk atau ukurannya.
Menariknya, stroberi yang selama ini lebih dikenal sebagai buah beri justru tidak termasuk true berry secara botani. Bagian merah yang biasa dimakan bukan merupakan buah sejati dalam pengertian botani.
2. Semangka
Setelah pisang, semangka menempati peringkat kedua. Produksi semangka global mencapai lebih dari 105 juta ton per tahun. Kandungan airnya yang tinggi membuat semangka dikenal sebagai buah yang menyegarkan dan membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Rasanya yang manis juga membuatnya populer, khususnya di negara-negara beriklim panas.
Selain menyegarkan, semangka ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan dengan sejumlah tanaman yang mungkin tidak disangka-sangka. Semangka termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae yang juga mencakup melon, mentimun, labu air, dan waluh.
Meski memiliki bentuk, rasa, dan karakter yang berbeda, tanaman-tanaman tersebut masih berada dalam satu keluarga botani. Karena itu, semangka dan labu ternyata memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat.
3. Apel
Apel menempati peringkat ketiga dengan produksi global sekitar 97 juta ton per tahun. Buah ini tumbuh dengan baik di wilayah beriklim sedang dan memiliki beragam varietas, serta dapat dikonsumsi langsung, dijadikan jus, maupun dimasak.
Salah satu fakta menarik tentang apel berkaitan dengan kemampuannya untuk mengapung di air. Apel memiliki banyak ruang udara di dalam jaringan buahnya. Sekitar seperempat volume apel dapat berupa udara, sehingga kepadatan rata-ratanya lebih rendah dibandingkan dengan air.
Itulah sebabnya, ketika dimasukkan ke dalam air, apel cenderung mengapung dan tidak langsung tenggelam. Tingkat daya apungnya sendiri dapat berbeda bergantung pada varietas dan karakter buah.
4. Anggur
Anggur menempati peringkat keempat dengan produksi global mencapai 72 juta ton per tahun. Buah ini dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, mulai dari dimakan langsung, diolah menjadi kismis, hingga difermentasi menjadi minuman anggur, sehingga membuatnya cukup serbaguna.
Anggur juga dikenal memiliki rasa manis alami yang berasal dari kandungan gula di dalam buah. Namun, tingkat kemanisannya tidak selalu sama. Rasa anggur dapat berbeda-beda tergantung pada varietas dan tingkat kematangan buah saat dipanen.
Perbedaan tersebut juga membuat anggur memiliki karakter yang beragam. Ada varietas yang terasa lebih manis, sementara jenis lainnya memiliki rasa yang lebih asam. Tak hanya itu, warna anggur pun beragam, mulai dari hijau, merah, hingga ungu kehitaman.
5. Jeruk
Jeruk menempati peringkat kelima dengan produksi global sekitar 70 juta ton per tahun. Kaya akan vitamin C dan memiliki rasa manis-asam, jeruk dapat dikonsumsi langsung maupun dibuat jus.
Di wilayah tropis, jeruk dapat tumbuh sepanjang tahun dan dipanen lebih dari sekali. Kondisi ini membuat jeruk menjadi salah satu buah yang tersedia dan banyak dicari sepanjang waktu.
Jeruk juga memiliki keragaman yang cukup tinggi. Terdapat lebih dari 600 jenis jeruk dengan karakteristik yang berbeda, mulai dari ukuran, warna, rasa, hingga tingkat keasaman.
Keragaman tersebut membuat setiap jenis jeruk memiliki karakter dan penggunaan yang berbeda. Ada yang lebih cocok dikonsumsi langsung, sementara jenis lainnya banyak dimanfaatkan untuk diambil sarinya atau diolah menjadi berbagai produk.
Dengan banyaknya jenis yang tersedia, jeruk pun menjadi salah satu kelompok buah yang mudah ditemukan dalam berbagai bentuk dan olahan di berbagai negara.
(anl/ega)