bagaimana menjaga kualitas, ketersediaan, dan keberlanjutannya
Surabaya (ANTARA) - Perum Jasa Tirta (PJT) I menilai pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara adil, efisien, terukur, lestari dan adaptif untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta meningkatnya kebutuhan air di berbagai sektor.
Direktur Utama PJT I Fahmi Hidayat mengatakan air tidak hanya dipandang dari sisi jumlah yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga harus dijaga kualitas, ketersediaan, dan keberlanjutannya agar tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang.
"Pemanfaatan air tidak hanya berbicara mengenai berapa banyak air yang dapat digunakan, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, ketersediaan, dan keberlanjutannya," kata Fahmi dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, sungai, danau dan waduk memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan air baku, irigasi pertanian, industri, pembangkitan energi, perikanan, pariwisata, transportasi, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pengendalian banjir.
Menurut dia, pengelolaan sumber daya air saat ini menghadapi berbagai tantangan, di antaranya perubahan tata guna lahan dan bertambahnya lahan kritis di daerah hulu yang meningkatkan sedimentasi sehingga mengurangi kapasitas tampungan waduk.
"Perubahan iklim menyebabkan pola ketersediaan air semakin tidak menentu dengan kondisi surplus saat musim hujan dan potensi defisit pada musim kemarau," ucapnya.
Ia menambahkan, jika pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi juga membuat kebutuhan air terus bertambah.
Sehingga, lanjutnya, diperlukan pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan rumah tangga, pertanian, pelayanan publik, industri, energi, dan kelestarian lingkungan.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyoroti masih rendahnya kesadaran mengenai pentingnya menjaga sumber daya air, sehingga perencanaan, pendanaan, koordinasi antarpemangku kepentingan, serta pengawasan terhadap pelanggaran perlu terus diperkuat.
Fahmi menekankan keberhasilan pengelolaan sungai tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun pengelola sumber daya air, tetapi memerlukan keterlibatan aktif komunitas dalam edukasi, pemantauan kondisi sungai, pencegahan pencemaran, serta kegiatan konservasi di tingkat masyarakat.
"PJT I terus mendorong pengelolaan daerah aliran sungai, pengendalian kualitas dan kuantitas air, serta mitigasi banjir melalui kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjaga keberlanjutan sumber daya air," ujarnya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.