Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Perum Jasa Tirta I Wonorejo selaku pengelola Waduk Wonorejo, Tulungagung memastikan layanan irigasi pertanian dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) masih berjalan normal meski elevasi muka air waduk turun hingga 5,7 meter di bawah pola operasi akibat minimnya debit masuk selama musim kemarau.
Supervisor PJT I Wonorejo Edi Mustamar, Jumat , mengatakan, elevasi muka air waduk pada Kamis (27/8/2029) l tercatat berada di level 165,67 meter SHVP (Surabaya Haven Vloed Peil), sedangkan pada pola operasi seharusnya berada di kisaran 171,3 meter.
"Operasional waduk memang sudah berada di bawah pola, tetapi sampai saat ini masih cukup aman untuk melayani kebutuhan irigasi dan operasional PLTA," katanya.
Menurut Edi, penurunan muka air terjadi karena hampir seluruh sungai yang berhulu di Pegunungan Wilis dan bermuara ke Waduk Wonorejo mulai mengalami penurunan debit bahkan sebagian telah berhenti mengalir selama kemarau.
Di sisi lain, waduk tetap harus melepaskan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian serta mendukung operasional PLTA yang saat ini dijalankan selama lima jam pada periode beban puncak, yakni pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
Ia menjelaskan rata-rata penurunan muka air waduk saat ini mencapai sekitar tujuh sentimeter per hari. Meski demikian, kondisi tersebut masih berada dalam batas aman berdasarkan simulasi operasional hingga akhir tahun.
Pengelola waduk memperkirakan apabila tidak terjadi hujan hingga akhir Oktober 2026, elevasi muka air masih berada pada kisaran 158,45 meter. Angka tersebut masih di atas batas minimum operasional PLTA sebesar 153 meter.
"Kalau skenario terburuk kemarau berlangsung sampai akhir Desember pun elevasi masih diperkirakan di atas 157 meter, sehingga operasional waduk tetap aman," ujarnya.
Data pengelola menunjukkan elevasi terendah yang pernah tercatat di Waduk Wonorejo terjadi pada 2017 dengan ketinggian sekitar 158 meter. Hingga saat ini kondisi waduk masih berada di atas angka tersebut.
Saat ini Waduk Wonorejo masih melepaskan air sekitar 902 ribu meter kubik per hari untuk memenuhi kebutuhan layanan publik, terutama irigasi pertanian yang menjadi fungsi utama bendungan.
Pengelola berharap hujan mulai turun pada awal musim penghujan sehingga debit masuk kembali meningkat dan elevasi waduk dapat pulih secara bertahap untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bagi sektor pertanian dan energi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.