Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) menyiapkan skema kontrak jual-beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) jangka panjang berdurasi 30 tahun untuk mengakselerasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
"Kami memberikan jaminan kepada para mitra bahwa listrik yang dihasilkan akan diambil oleh PLN sebagai offtaker,” ujar Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Suroso mengatakan bahwa pihaknya siap menyerap daya listrik yang diproduksi oleh para mitra guna memperkuat portofolio sumber energi primer secara optimal.
Dengan demikian, PLN berharap kepastian pembelian listrik yang dihasilkan oleh PSEL dapat menarik minat para investor multinasional.
“Para mitra tidak perlu khawatir, komitmen jangka panjang PLN sudah teruji di berbagai sektor pembangkit lainnya yang bahkan memiliki Power Purchase Agreement (PPA) lebih dari 30 tahun. Jaminan ini akan terjaga dengan sangat baik," kata Suroso.
Suroso menilai bahwa hadirnya program yang didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 ini menjadi angin segar bagi ekosistem ketenagalistrikan dan pengelolaan lingkungan di Tanah Air.
Ke depan, proyek PSEL yang kini jadi rebutan investasi ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi solusi dalam mengatasi status darurat sampah di berbagai daerah, melainkan juga langkah taktis dalam mempercepat transisi energi baru terbarukan (EBT) milik PLN demi mengejar target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.
"Dalam konteks transisi energi dari berbasis termal ke energi baru terbarukan, PSEL menambah portofolio sumber energi kami sekaligus mengatasi darurat sampah. Karena itu, jika perlu program ini diterapkan di semua kota di Indonesia, PLN sangat siap," ujar Suroso.
Holding investasi Danantara Indonesia, yaitu PT Danantara Investment Management (DIM) secara resmi menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan mitra terpilih proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua.
Penyerahan itu menandai babak baru dalam pengembangan program PSEL tahap kedua yang mencakup delapan lokasi di 20 kabupaten/kota di Indonesia.
Setelah penyerahan CLoA, seluruh mitra terpilih akan memasuki tahap berikutnya menuju Final Letter of Award, termasuk penyusunan Feasibility Study yang ditargetkan rampung pertengahan November 2026, dilanjutkan dengan persiapan, perizinan, dan serah terima lahan, hingga groundbreaking ditargetkan pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN siapkan kontrak jual beli listrik 30 tahun untuk akselerasi PSEL
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.