Polda Sulteng lakukan pemulihan trauma anak terdampak gempa di Buol
Minggu, 19 Juli 2026 13:30 WIB
Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah memberi dukungan pemulihan trauma atau trauma healing bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Buol pada Minggu (12/7) guna membantu pemulihan kondisi psikologis mereka pascabencana. ANTARA/HO-Satbrimob Polda Sulteng
Palu (ANTARA) - Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) memberi dukungan pemulihan trauma atau trauma healing bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Buol pada Minggu (12/7), guna membantu pemulihan kondisi psikologis mereka pascabencana.
Komandan Kompi (Danki) 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah AKP Suharyono di Buol, Minggu, mengatakan pemulihan psikologis anak-anak merupakan bagian penting dari penanganan pascabencana yang tidak boleh diabaikan.
“Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma setelah bencana. Melalui kegiatan trauma healing ini kami berharap mereka dapat kembali ceria, berani beraktivitas, dan perlahan melupakan rasa takut akibat gempa yang terjadi," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan trauma healing dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Menurut dia, kehadiran personel Brimob di lokasi bencana tidak hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral dan semangat kepada masyarakat.
Suharyono berharap kegiatan trauma healing yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat membantu mengurangi dampak psikologis yang dialami para penyintas, khususnya anak-anak, sehingga mereka mampu kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan penuh harapan.
Ia menegaskan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan psikososial masyarakat, khususnya anak-anak.
Selain melaksanakan pemulihan trauma, personel SAR Kompi 4 Batalyon A Pelopor juga terus terlibat dalam proses evakuasi dan pembersihan material bangunan yang terdampak gempa.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Buol pada Minggu (12/7) yang menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026