Denpasar (ANTARA) - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Polri memperketat pengamanan objek vital nasional di sektor ketenagalistrikan dengan melakukan supervisi terhadap sistem pengamanan PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali, Rabu.
Prawira Urusan Objek Vital (Paur) Subdit Waster Direktorat Pamobvit Nasional Ipda I Wayan Sumawan mengatakan pengamanan objek vital nasional memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik serta stabilitas perekonomian.
"Objek vital nasional memiliki peran yang sangat strategis sehingga pengamanannya tidak hanya berfokus pada perlindungan fisik, tetapi juga kesiapan prosedur, kompetensi personel, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan," ujarnya.
Menurutnya, supervisi tersebut bertujuan memastikan sistem pengamanan di PLN UP2D Bali telah berjalan sesuai standar sekaligus memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan secara berkelanjutan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor strategis di Bali.
Supervisi dilakukan dengan mengevaluasi sistem pengamanan fisik, pengendalian akses, kesiapan personel keamanan, prosedur penanganan keadaan darurat, hingga koordinasi pengamanan di lingkungan PLN UP2D Bali.
Tim Pamobvit juga memberikan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat sistem perlindungan terhadap infrastruktur ketenagalistrikan yang masuk kategori objek vital nasional.
Manager PLN UP2D Bali Petrus Irwan Ichwansaputra menyambut baik supervisi yang dilakukan Pamobvit Polri.
Menurutnya, pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan pelayanan kepada pelanggan.
"Bagi PLN, pengamanan objek vital nasional bukan sekadar memenuhi standar keamanan, tetapi merupakan investasi untuk menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat," kata Petrus.
Ia menjelaskan, berbagai masukan dari tim Pamobvit akan menjadi dasar bagi PLN untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat prosedur pengamanan, serta mengoptimalkan perlindungan terhadap infrastruktur strategis ketenagalistrikan.
Selain memperkuat standar operasional, PLN juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi keamanan, meningkatkan kompetensi personel, serta mempererat koordinasi dengan aparat keamanan dan para pemangku kepentingan.
Menurut Petrus, penguatan sistem pengamanan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya aspek Governance, melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta kolaborasi dalam melindungi objek vital nasional.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.