Polres OKU bersama warga padamkan karhutla di Kelurahan Sukajadi

Polres OKU bersama warga padamkan karhutla di Kelurahan Sukajadi

Senin, 17 Agustus 2026 19:52 WIB

Image Print

Polisi dan warga OKU memadamkan karhutla di kawasan Perum Bungur Raya Residen, Kelurahan Sukajadi dengan alat seadanya, Senin. ANTARA/HO/Polres OKU

Baturaja (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan bersama warga berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan kosong kawasan Kelurahan Sukajadi agar api tidak menyebar luas.

Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela dalam keterangan tertulis yang diterima dari Palembang, Senin mengatakan bahwa karhutla terjadi di lahan kosong kawasan Perum Bungur Raya Residen, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur pada Minggu (16/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Area yang terbakar merupakan semak belukar yang luasnya sekitar satu hektare," katanya.

Mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya menerjunkan personel guna mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus pemadaman api.

Dia mengatakan, kondisi lokasi yang tidak memiliki akses jalan memadai bagi kendaraan pemadam kebakaran membuat proses penanganan harus dilakukan secara manual.

"Untuk mencegah api menjalar ke permukiman warga maupun lahan di sekitarnya, anggota Polsek Baturaja Timur bersama masyarakat setempat langsung melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya," katanya.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk mengendalikan titik api, sekaligus meminimalkan potensi meluasnya kebakaran di tengah kondisi lahan yang sulit dijangkau kendaraan roda dua dan empat.

"Alhamdulillah proses pemadaman membuahkan hasil. Hingga pagi tadi tidak ada lagi titik api di lokasi," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar yang dapat memicu karhutla karena akan ada sangsi tegas bagi setiap pelakunya.

Masyarakat juga diminta segera melapor ke pihak kepolisian atau instansi terkait jika menemukan adanya titik api di wilayah masing-masing agar karhutla dapat ditanggulangi sedini mungkin," ujarnya.

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026