Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Rejang Lebong, Bengkulu, mengamankan seorang pria berinisial S (38) yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Desa Lubuk Mumpo, Kecamatan Kota Padang.
Kasi Humas Polres Rejang Lebong AKP M Hasan Basri saat dihubungi di Rejang Lebong, Senin, mengatakan peristiwa dugaan penganiayaan berat tersebut menimpa korban Arifin (73), seorang petani warga Desa Lubuk Mumpo, pada Senin (3/8) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
"Kasus ini ditangani oleh Polsek Kota Padang. Petugas sudah mendatangi TKP dan mengamankan terduga pelaku ke Mapolsek Kota Padang, serta menyita barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis pisau dapur," kata dia.
Dia menjelaskan kronologi kejadian bermula saat salah seorang tetangga mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban. Saksi kemudian memberitahukan warga lain beserta istri korban, Robiyah (71).
Saat dilakukan pemeriksaan di bagian dapur rumah, korban ditemukan telah tergeletak dengan sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam.
"Korban mengalami luka tusuk di bagian kepala serta leher sebelah kanan dan kiri. Warga bersama keluarga sempat membawa korban ke Puskesmas Kota Padang untuk mendapatkan pertolongan medis, namun korban meninggal dunia dalam perjalanan," terangnya.
Untuk mencegah munculnya gejolak pascakejadian, kata dia, Kapolsek Kota Padang Iptu Medi Azwar bersama anggotanya langsung menyambangi rumah duka dan pendekatan persuasif ke rumah korban serta pihak keluarga.
Petugas kepolisian memberikan imbauan agar keluarga kedua belah pihak dapat menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
Menurut dia, berdasarkan pengakuan tersangka S kepada petugas penyidik Polsek Kota Padang, dirinya melakukan perbuatan itu lantaran tersinggung dengan ucapan orang tuanya itu sehingga gelap mata dan tega menghabisinya dengan senjata tajam.
"Kedua belah pihak keluarga sepakat menyerahkan perkara ini sepenuhnya ke pihak kepolisian. Saat ini terduga pelaku telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan situasi di lokasi kejadian terpantau aman serta kondusif," tutur Hasan Basri.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.