Selasa, 21 Juli 2026 - 16:39 WIB
Jakarta, VIVA – Pihak Istana Negara membantah isu liar yang berkembang di media sosial terkait hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah keduanya tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin, 20 Juli 2026.
Baca Juga
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan perubahan tata letak tempat duduk semata-mata didasarkan pada kebutuhan teknis, bukan mencerminkan dinamika politik di internal pemerintahan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menambahkan, publik tak perlu mengaitkan perubahan posisi duduk tersebut dengan isu hubungan Presiden dan Wakil Presiden.
Baca Juga
“Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menjelaskan, posisi Wapres Gibran yang tidak berada disamping Presiden tidak memiliki makna politik apa pun.
Baca Juga
“Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata. Tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merespons ramainya perbincangan di media sosial usai Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo. Dalam sidang itu, Prabowo duduk sendiri di kursi utama, sementara Gibran berada di deretan menteri, tepat di samping Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Perubahan formasi itu memicu beragam spekulasi, termasuk anggapan adanya perubahan relasi politik antara Presiden dan Wakil Presiden. Namun, Istana menegaskan fokus sidang kabinet justru tertuju pada evaluasi kinerja pemerintahan dan percepatan program prioritas nasional.
Prasetyo mengatakan Prabowo dalam sidang tersebut memberikan penilaian terhadap capaian Kabinet Merah Putih selama sekitar 21 bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Yang paling penting justru bagaimana secara substantif apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada seluruh jajaran adalah memberikan penilaian, memberikan evaluasi, menyampaikan prestasi-prestasi Kabinet Merah Putih yang selama kurang lebih 21 bulan diberikan kepercayaan di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka, sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai,” katanya.
Selain mengevaluasi capaian pemerintahan, Presiden juga meminta seluruh jajaran mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas pada sisa semester kedua tahun ini.
Halaman Selanjutnya
“Dan tentunya diakhiri dengan bagaimana beliau menghendaki untuk kita di sisa semester yang kedua ini melakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang masih harus kita kebut pelaksanaannya,” ujar Prasetyo.