Penghematan tersebut berasal dari sejumlah komponen biaya, seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan, serta perjalanan dinas di lingkungan perusahaan pelat merah.
“Jadi, saudara-saudara sekalian, untuk itu, saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya,” kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sejak dibentuk, Danantara sempat menghadapi keraguan publik terkait kemampuan mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset negara. Namun, sejumlah indikator kinerja BUMN mulai menunjukkan perkembangan positif.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah BUMN mencatat pertumbuhan laba signifikan.
PT Timah mencatat kenaikan laba 804,7 persen, Pupuk Indonesia 253 persen, Semen Indonesia 196,5 persen, Pegadaian 84,6 persen, Pertamina 80 persen, Pelindo 60,4 persen, BTN 40,8 persen, dan Bank Mandiri 24,3 persen.
Selain itu, dua BUMN yang sebelumnya mengalami kerugian, yakni Krakatau Steel dan Kimia Farma, disebut telah berhasil kembali membukukan laba.
Meski periode pencatatannya berbeda, keduanya menunjukkan perbaikan kinerja menuju kondisi positif.
Pengamat komunikasi Hendri Satrio menilai peran Danantara tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kinerja BUMN, tetapi juga berpotensi mengembalikan optimisme publik terhadap pengelolaan aset negara.
“Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang. Minimal di periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo dan sangat mungkin akan diteruskan di masa depan mengingat peran penting dan strategis yang saat ini dijalani oleh Danantara,” kata pria yang akrab disapa Hensat itu, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Di Sidang Tahunan MPR, Prabowo Pamer Program CKG Jangkau 108 Juta Orang