Prabowo Buka Peluang Swasta Kelola Aset BUMN yang Tak Produktif

Bagikan:

JAKARTA – Pemerintah ingin meningkatkan pemanfaatan aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) aktif berupa tanah, gedung, jaringan, kawasan, hingga berbagai fasilitas yang selama ini belum produktif. Salah satu caranya dengan melibatkan pihak swasta dalam pengelolaannya.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan BUMN memiliki aset yang sangat besar, namun sebagian di antaranya belum mampu memberikan manfaat yang sebanding dengan nilainya.

“Kita akan mempercepat optimasi aset BUMN, BUMN kita memiliki aset yang sangat besar sebagian bekerja dengan baik. Sebagian belum menghasilkan manfaat dibandingkan dengan nilainya,” ujar Prabowo dalam pidato Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 berserta Nota Keuangan, Jumat, 14 Agustus.

Menurut Prabowo, aset BUMN seperti tanah, gedung, jaringan, kawasan, hingga berbagai fasilitas tidak boleh dibiarkan menganggur. Terlebih, masyarakat membutuhkan lapangan pekerjaan dan perekonomian nasional membutuhkan investasi.

“Selain itu aset berupa tanah, gedung, jaringan, kawasan, dan fasilitas yang tidak dikelola optimal oleh BUMN. Tidak boleh dibiarkan tidur, sementara rakyat membutuhkan pekerjaan dan perekonomian membutuhkan investasi,” katanya.

Karena itu, kata Prabowo, pemerintah akan membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta untuk mengoptimalkan aset-aset BUMN yang belum produktif. Kerja sama tersebut akan dilakukan melalui proses yang terbuka, kompetitif, dan akuntabel.

“Pemerintah akan mempermudah kerja sama pemanfaatan aset-aset BUMN yang belum optimal dioperasikan, akan kita ajak pihak swasta melalui proses terbuka, kompetitif dan akuntabel serta menjaga kepemilikan strategis negara. Kita akan buka aset tidak produktif dikerjakan BUMN, bisa dikerjakan oleh pihak swasta di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Meski pengelolaan dapat melibatkan swasta, Prabowo memastikan kepemilikan aset strategis tetap berada di tangan negara. Menurutnya, skema tersebut memungkinkan aset publik dikelola lebih efisien tanpa menghilangkan kepemilikan negara.

“Kepemilikan tetap pada negara, modal yang diperoleh diputar kembali untuk membangun infrastruktur baru,” katanya.

Prabowo mencontohkan pengelolaan bandara yang belum beroperasi secara maksimal. Pemerintah, kata dia, dapat memberikan kesempatan kepada swasta untuk mengoperasikan aset tersebut apabila mampu memberikan hasil yang lebih baik.

BACA JUGA:


“Airport yang kurang maksimal dioperasikan, kita bisa membuka peluang untuk swasta mengoperasikan itu,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, pelibatan swasta dapat memberikan nilai tambah apabila aset negara dikelola dengan lebih efisien, kreatif, dan inovatif.

“Kalau mereka bisa menjalankan dengan lebih efisien, lebih kreatif, lebih inovatif, menghasilkan manfaat kenapa tidak,” ucapnya.

Selain pengelolaan aset secara individual, Prabowo juga melihat potensi integrasi antar-aset dan sektor usaha untuk meningkatkan pendapatan. Salah satunya melalui integrasi antara penerbangan, hotel, dan bandara.

“Sebagai contoh sekarang ada integrasi antara penerbangan-penerbangan, hotel, dan bandara. Kalau ini dioperasikan secara integratif ini punya nilai tambah yang potensial untuk menambah income bagi kita. Saudara-saudara itu akan kita rintis,” pungkas Prabowo.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+